Beranda Lainnya Pariwara Desaku Bersih Desaku Sehat

Desaku Bersih Desaku Sehat

126
Desaku Bersih Desaku Sehat
Desaku Bersih Desaku Sehat

Tak selamanya sampah harus dianggap masalah. Contohnya di Besulutu, dari sampah warga mampu membiayai kebutuhan sehari-hari. Bagi warga Kecamatan Besulutu, mengatasi persoalan lingkungan, terutama sampah, tidak sekedar membakarnya atau membuang sampah begitu saja. Mereka memanfaatkan sampah menjadi lebih bermanfaat dan berguna dari segi ekonomi. Bahkan, dari sampah mereka menjadikannya sebuah bank yang lebih dikenal dengan sebutan bank sampah Moroa.

Ide ini muncul sebagai sebuah inovasi dari bentuk keprihatinan, Camat Besulutu, Abdul Halis, tentang persoalan sampah yang dianggap komplek itu. Ide awal pembentukan bank sampah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan Kecamatan Besulutu yang bebas sampah 2019 mendatang. meski bank sampah ini baru berjalan sekitar 2 pekan, namun perkembangannya terbilan pesat dengan antusiame warga Besulutu.

“Ide ini muncul merupakan inovasi kami dalam mensukseskan program Perisai ini, guna menjadikan Konawe bersih, Konawe sehat, Konawe berkarakter dan Konawe berbudaya. Tentu saja ini bagian dari upaya kami mengatasi persoalan sampah yang juga dihadapi daerah-daerah lain.” kata Camat Besulutu, Abdul Halis.

Camat Besulutu (Kanan) Abdul Halis saat meninjau bank sampah
Camat Besulutu (Kanan) Abdul Halis saat meninjau bank sampah

Tentu harapan Abdul Haris mulai tercapai, dengan bank sampah ini kini masyarakat berlomba-lomba untuk mengumpulkan sampah efeknya wilayah yang dipimpinnya itu kini sudah bersih dari sampah. Hitung-hitung hasil penjualan sampah bakal dijadikan tabungan oleh pengumpul sampah yang bisa diambil sewaktu-waktu. Sampah-sampah hasil pengumpulan dari warga ini juga kemudian akan didaur ulang menjadi kerajinan tangan.

Prosesnya sendiri, dengan cara warga datang menyetorkan sampah yang sudah dipilah ke bank sampah yang saat ini dikelolah oleh PKK Kecamatan Besulutu untuk kemudian ditimbang dan ditukar dengan uang yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi ekonomi warga. Selain itu, sampah-sampah ini juga dapat digunakan untuk biaya berobat, dengan cara memeriksakan diri ke Puskemas Besulutu sembari membawa sampah yang akan dijadikan alat bayar.

Bersama anak pramuka Kecamatan Besulutu di bank sampah
Bersama anak pramuka Kecamatan Besulutu di bank sampah

“Untuk saat ini kami mungkin baru terapkan pada Desa Amosilu dan Desa Silea. Jadi program bank sampah ini bukan hanya bicara menukar dengan rupiah, tetapi juga bisa digunakan untuk alat bayar saat memeriksakan diri ke Puskesmas. Juga sampah-sampah ini dapat digunakan ketika ada program-program kesehatan lainnya yang turun di desa-desa lainnya.” ujar Abdul Halis.

Abdul Halis memproyeksikan, bank-bank sampah ini akan disebar secara maksimal di seluruh Kecamatan Besulutu. Sehingga konsepnya sudah bukan dalam bentuk bank sampah lagi namun akan dibuat semacam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan teknologi yang lebih modern. Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Kecamatan Besulutu telah menyampaikan hal itu pada Pemda Konawe dan disambut positif. Dirinya sendiri berharap gagasannya ini mampu diitiru oleh wilayah-wilayah lain di Kabupaten Konawe ini.

Penampungan sampah Bank Sampah Besulutu
Penampungan sampah Bank Sampah Besulutu

“Harapan besar kami, bagaimana membawa Besulutu ini menjadi bebas sampah dua tahun ke depan. Tentunya harapan untuk mendapat dukungan sangat besar dan Alhamdulillah kita sudah dapatkan. Sekarang proyeksi kami bagaimana membesarkan ide ini sehingga ke depan kita tidak lagi terbatas pada kerajinan tangan tapi sudah ada teknologi yang lebih canggih yang mampu mengelola ini.” kata Abdul Halis.

Selain mengumpulkan sampah dari warga, menurut Abdul Halis, pihaknya juga memerintahkan aparatnya untuk ikut mensukseskan gagasan itu, yakni melalui program Jum’at bersih. Hasil dari itu kemudian dilakukan pengumpulan sampah. Intinya melalui sinergitas semua unsur untuk mensukseskan program ini yang menjadi harapan besar Abdul Halis.

Kejaninan tangan hasil daur ulang sampah
Kejaninan tangan hasil daur ulang sampah

Untuk jenis sampah, bank sampah besulutu masih membatasi pada jenis kertas, botol, besi dan kertas. Saat ini untuk mesukseskan hal itu, Abdul Halis membeberkan telah meminta bantuan Dinas Lingkungan Hidup Konawe untuk menyediakan tempat-tempat sampah dan kendaraan operasional jenis tiga roda yang akan digunakan untuk mobilisasi. (**)

Kerajinan tangan hasil daur ulang sampah
Kerajinan tangan hasil daur ulang sampah
Warga saat mengumpulkan sampah
Warga saat mengumpulkan sampah
Kondisi Kecamatan Besulutu yang kini terlihat lebih bersih
Kondisi Kecamatan Besulutu yang kini terlihat lebih bersih
Camat Besulutu (Kedua dari Kanan) Abdul Halis
Camat Besulutu (Kedua dari Kanan) Abdul Halis