Beranda Kampung Politik Diduga Langgar Netralitas, Lurah Unaasi Dilaporkan Panwascam Anggaberi

Diduga Langgar Netralitas, Lurah Unaasi Dilaporkan Panwascam Anggaberi

1619
Ketua Panwascam Anggaberi, Salim
Ketua Panwascam Anggaberi, Salim

Kampung Konawe
Unaaha, – Kepala Kelurahan Unaasi, Kecamatan Anggaberi, Sabarudin dilaporkan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Anggaberi atas dugaan pelanggaran netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada penyelenggaraan pemilu.

Ketua Panwascam Anggaberi, Salim mengatakan oknum yang disebutkan dilaporkan, sebab diketahui mengikuti kegiatan pembentukan tim sukses salah satu pasangan calon Gubernur Sultra di Kecamatan Anggaberi beberapa waktu lalu. Dan dalam temuan itu, Subardin berada diantara para tim yang akan dikukuhkan.

“Hasil pendalaman atas temuan tadi, kemudian kami lakukan klarifikasi dan itu terbukti. Sehingga kami layangkan surat rekomendasi ke Bupati untuk diteruskan ke Kemendagri dan Komisi ASN agar diberikan sanksi. Surat rekomendasi itu akan dilayangkan hari ini.” kata Salim, Selasa (16/1/2018).

Salim menegaskan, prosedur penerbitan rekomendasi untuk oknum Lurah tersebut telah dilaksanakan. Seperti pemberian teguran dan himbauan secara lisan maupun tertulis. Namun kemudian masih melanggar, sehingga berdasarkan hasil pleno komisioner disepakati untuk dilaporkan.

“Untuk hasil temuan ini sendiri berdasarkan pantauan tim kami diperkuat dengan beberapa informasi dari masyarakat. Hasil klarifikasi kami, karena barang bukti yang cukup, akhirnya yang bersangkutan mengakui.” ujar Salim.

Dijelaskannnya, sejumlah pelanggaran yang disangkakan sendiri berdasarkan acuan pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, PP Nomor 42 Tahun 2004, PP Nomor 53 Tahun 2010 dan Surat Edaran KASN nomor B-2900/KASN/XII/2017 tentang Pengawasan Netralitas Pegawai ASN.

Penanganan ini sendiri dinilai Salim sudah memenuhi syarat. Penerbitan rekomendasi ini berdasarkan amanat Peraturan Bawaslu Nomor 14 Tahun 2017 Pasal 25 tentang penanganan pelanggaran yang dilakukan secara berjenjang. (KS/Red)