Beranda Ragam Dinas Perkebunan Konawe Bakal Bantu Petani Pangan Gagal Panen

Dinas Perkebunan Konawe Bakal Bantu Petani Pangan Gagal Panen

178
Salah satu perkebunan pangan yang rata tersapu air saat banjir beberapa waktu lalu di Desa Waworaha
Salah satu perkebunan pangan yang rata tersapu air saat banjir beberapa waktu lalu di Desa Waworaha

Kampung Konawe
Unaaha, – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Konawe beberap waktu lalu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe, Syahrudin meninjau lokasi tanaman pangan di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Rabu, (24/5) tadi.

Syahruddin dalam kunjungannya itu mengatakan, prihatin dengan kondisi lahan pertanian yang ada di wilayah itu dan berjanji akan memaksimalkan pemberian bantuan pada lahan-lahan rusak yang terkena dampak banjir dan gagal panen.

”Kita akan siapkan bibitnya supaya petani kita bisa menanam kembali tanpa harus membeli lagi bibit,” kata Syahruddin yang ditemui di lokasi. Menurutnya, hal ini harus dilakukan mengingat tak ada lagi harapan lain petani selain bantuan dari pemerintah.

”Berdasarkan laporan di lapangan, ada kurang lebih seratus Hektar lahan yang terdampak. Rinciannya yakni 40 Ha tanaman jagung siap panen, 40 Ha yang berumur tiga hingga empat minggu,15 Ha Cabe rawit dan 10 Ha lombok besar serta tanaman terong dan tomat serta tanaman lainnya.”  terang Syahrudin.

Akibat dampak ini, lanjut Sayhruddin, petani mengalami kerugian yang tak sedikit, jika dinominalkan secara keseluruhan petani mengalami kerugian hingga mencapai seratusan juta.

Untuk penyebab banjir sendiri menurut Syahruddin, dirinya telah meninjau langsung sumbernya, yakni akibat adanya tanggunl jebol yang selama ini digunakan para petani.

Untuk menjawab persoalan ini, Syahruddin mengungkapkan, akan melakukan konsolidasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar segera rampung.

“Terkait dengan kondisi tanggul yang bobol, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PU dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe.” ujar Syahruddin. (KS/Red)