Beranda Kampung Sultra Jaringan Air Bersih Abal-Abal, Pengawas Dituding Main Serong

Jaringan Air Bersih Abal-Abal, Pengawas Dituding Main Serong

309
Kabid Hukum Projo Konawe Abiding Slamet
Kabid Hukum Projo Konawe Abiding Slamet

Kampung Konawe
Unaaha, – Pembangunan jaringan pipa air bersih yang terletak di Kelurahan Uepai, Desa Tawarotebo dan Desa Baruga, Kecamatan Uepai hinggi kini belum jelas arahnya. Status PHO oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) telah ada namun hingga saat ini jaringan tersebut tak kunjung membawa manfaat buat warga.

Jaringan yang menelan anggaran hingga 900 Jutaan ini, hingga kini belum dialiri air padahal sistem pengairan menuju rumah warga telah ada. Akibatnya, saluran pipa sepanjang 900 meter ini, kontraktor dituding sengaja melakukan pengerjaan ini dengan asal-asalan, terbukti dengan banyaknya pipa yang saat ini sudah dalam kondisi rusak.

“Mekanisme perpipaan itu, harusnya saat pipa ditanam dasarnya harus ada pasir uruk kemudian pipa dan pasir uruk lagi lalu tanah sebagai penimbun atasnya. Namun, ini kontraktornya tidak demikaian.” terang Kabid Hukum Projo Konawe, Abiding Slamet beberapa waktu lalu.

“Fungsi pasir sebagai dasar pipa agar pipa tersebut labil saat diinjak. Kedalaman juga harus sesuai, seharusnya 80 cm itu sudah standar.” kata Abiding.

Abiding mengungkapkan, masalah ini sudah pernah diupayakan untuk disampaikan ke PU melalui satuan kerja cipta karya, namun dirinya tidak pernah berketemu Kepala Bidang Cipta Karya. Pihak PPTK yang ditemuinyapun terkesan mengabaikan laporan tersebut.

“Untuk apa ada pipa di depan rumah kalau airnya tidak mengalir, rencananya kita akan bongkar ini pipa, kita sampaikan juga ke mereka, tidak ada respon.” cetus Abiding.

Menurut Abiding, karenaini sebagai salah satu program kerja pemerintah, harusnya hal ini lebih diperhatikan. Namun dengan kondisi seperti ini, dirinya menilai ini merupakan produk gagal pemerintah.

“Kalau program air bersih ini hanya memperkaya kontakraktor, berarti ini bukan program yang cocok untuk masyarakat. Saya duga ada permainan antara kontraktor dengan pengawasnya karena telah di PHO ini pekerjaan, rusak saja mereka tidak perbaiki padahal kan ini ada anggaran retensinya.” tutup Abiding. (KS/Red)