Beranda Kampung Hukrim JPU Tuntut 10 Tahun, Kuasa Hukum : Kita Harus Logis

JPU Tuntut 10 Tahun, Kuasa Hukum : Kita Harus Logis

171
Ketgam : Kuasa Hukum pelaku pencabulan Abdul Latif, SH

Kampung Konawe
Unaaha, – Kuasa hukum pelaku pencabulan, Abdul Latief, SH mengaku keberatan dengan tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Unaaha kepada kliennya.

Abdul Latief, SH yang bertindak sebagai kuasa hukum, Tinggu (82), pelaku pencabulan anak dibawah umur menilai, tuntutan yang dilayangkan jaksa sedikit berlebihan apalagi mengingat kliennya yang sudah berusia lanjut.

“Jelasnya kita tidak terima, sebab fakta yang diungkap JPU hanya pengakuan korban saja dan banyak saksi yang juga tidak dihadirkan.” Kata Abdul Latief, SH yang ditemui usai persidangan di kantor Pengadilan Negeri Unaaha, Senin, (19/6).

Pria yang juga bertindak sebagai Ketua LBH Pelopor Keadilan ini mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah mulai menyusun pembelaan kliennya, yang akan kembali disidang pada 3 Juli 2017 mendatang.

“Jelasnya fakta yang akan kita hadirkan masih seputar pengakuan korban, dimana korban mengaku telah 3 kali dicabuli dan bersama dengan saudarinya, namun hal yang rancu ketika pihak korban mengakui hanya satu tindakan saja.” Ujar Abdul Latief, SH.

Abdul Latief, SH menegaskan akan memperjuangkan keadilan buat kliennya. “Harapannya kami agar pelaku dibebaskan.” Pungkasnya.

Sekedar informasi, Tinggu (82) dituntut atas dugaan pencabulan yang dilakukan pada dua anak bersaudra dibawah umur masing-masing berumur 10 dan 6 tahun yang tak lain sebagai cicitnya.

JPU menuntut Tinggu dengan Pasal 760 Jo. Pasal 83 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 65 KUHP dengan tuntutan 10 tahun penjara dan denda 100 juta subsidair pidana kurungan 6 bulan. (KS/Red)