Beranda Lainnya Pariwara Konawe Bakal Miliki Pasokan Listrik Terbesar di Indonesia Timur

Konawe Bakal Miliki Pasokan Listrik Terbesar di Indonesia Timur

1448
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat meninjau Morosi bersama Anggota DPR RI Dede Yusuf
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat meninjau Morosi bersama Anggota DPR RI Dede Yusuf

PARIWARA

Kabupaten Konawe bakal memiliki pasokan listrik terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) bahkan indonesia timur. Ini merupakan Program Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe dalam pemerataan pembangunan.

Kerja nyata Kery bersama Parinringi mulai menampakkan hasil, meski listrik di Konawe belum sepenuhnya stabil, namun investor industri mulai melirik Kabupaten Konawe sebagi tujuan investasi di bidang industri.

Tak hanya memenuhi kebutuhan listrik di Konawe, pasokan listrik ini juga bakal disebar ke seluruh Sultra dengan Konawe sebagi pusat. Bahkan lima tahun kedepan, Konawe diperkirakan bakal jadi pusat industri di Sultra.

Bendungan Pelosika

Bendungan Pelosika merupakan bendungan yang direncanakan akan dibangun pada hulu sungai Konaweha, Desa Pelosika, Kecamatan Asinua. Bendungan ini diproyeksikan selasai dalam 4 tahun kedepan. Kini pengerjaan bendungan ini sudah dalam tahap awal.

Bendungan ini selain menjadi salah satu bendungan terbesar di Sultra, juga masuk kategori medium di kawasan Indonesia Timur. Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 822.26 M³.

Dari pembangunan bendungan ini, debit air yang dihasilkan mampu menghasilkan pasokan daya listrik mencapai 90 Mega Watt (MW). Daya listrik yang dihasilkan ini akan menjadi pasokan utama listrik Kabupaten Konawe.

Bendungan Pelosika juga diharapkan akan mampu melayani sistem irigasi bagi 34 ribu hekter lahan pertanian di Konawe, Kolaka dan Konawe Selatan. Mampu mengurangi debit banjir sebesar 10,359 M³/detik dan menyediakan pasokan air baku sebesar 0,20 M³/detik.

Pembangunan PLTA Kapasitas 50 Mega Watt

Rencana ini disampaikan oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa usai bertemu dengan Direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia dan Direktur PLN Indonesia Timur.

PLTA yang akan dibangun menurut Kery, tak tanggung-tanggung, 50 MW bakal dihasilkan bila rencana ini terealisasi. Menurutnya, jika ini benar-benar terjadi maka bisa dipastikan Konawe tak akan lagi kekurangan pasokan listrik.

“Dengan adanya PLTA tersebut, Konawe tidak akan lagi ada terjadi pemadaman listrik.” imbuh Kery penuh percaya diri.

Lanjut Kery, peluang masuknya listrik dengan kapisitas besar ini bisa menjadikan Konawe sebagai tujuan investasi bagi investor luar khususnya di bidang industri.

“Insya Allah empat bulan kedepan proyeknya sudah akan mulai dikerjakan.” ungkap Kery baru-baru ini. Menurutnya, soal tempat hingga kini PLN masih dalam pengkajian.

Hingga kini, Konawe memilki setidaknya tiga sektor penghasil listrik besar yakni dan satu sumber tenaga listrik bersifat regional, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Soropia yang kini sedang beroperasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pelosika, PLTA Nasional yang dalam proses negosiasi, dan tenaga listrik regional Sul-Sel-Bar. (**)