Beranda Kampung Sultra Konawe Kehilangan PAD Hingga Miliyaran Rupiah

Konawe Kehilangan PAD Hingga Miliyaran Rupiah

927
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Konawe, Ardin
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Konawe, Ardin

Kampung Konawe
Unaaha, –Tidak difungsikannya dengan baik Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Konawe menurun drastis dalam kurun beberapa tahun belakangan.

Kurang dimaksimalkannya aset Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe ini, memberikan kerugian hingga miliyaran rupiah. Data ini bila dibandingkan penghasilkan kurun waktu 2013 kebelakang. Tercatat, dari hasil pengelolaan TPI Soropia di kurun waktu itu, Konawe bisa menghasilkan hingga 800 juta pertahun.

“Waktu TPI tidak bermasalah segi pendapatan kita mencapai 700 sampai 800 juta pertahun. Setidaknya dalam data yang tercatat, tahun 2012 pendapatan dari itu kita mencapai 700 – 800 jutaan pertahun.” kata anggota DPRD Kabupaten Konawe, Ardin saat ditemui baru-baru ini.

Politisi asal partai PAN ini mengungkapkan, pendapatan ini terus saja berkurang dari tahun ke tahun. Bila dibandingkan, setidaknya kini PAD yang dihasilkan dari TPI Soropia hanya tingggal sekitar 50-an juta saja pertahun, nilai yang sangat kecil menurut hematnya.

Menurut Ardin, sebenarnya peningkatan pendapatan melalui TPI bisa dimaksimalkan, apalagi mengingat setidaknya Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang pernah diterbitkan Pemda Konawe mencapai 318 izin.

“Masalahnya sekarang adalah, kapal-kapal penangkap ikan lebih memilih berlabuh di pelabuhan TPI Kendari ketimbang di pelabuhan TPI Soropia.” ujar Ardin.

Ketua Komisi II DPRD Konawe ini menjelaskan, faktor kurangnya kapal yang berlabuh akibat fasilitas yang tersedia di TPI Soropia makin berkurang, seperti mesin es dan pemasok solar untuk nelayan yang sudah tidak ada lagi.

“Inilah yang menjadi kendala dan ini akan menjadi prioritas kami sebagai Komisi II untuk menyelesaikan permasalahan ini.” tandas Ardin. Ia mengisyaratkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memprogramkan penyelesaian masalah ini.

“Kami akan coba mendesak depot pertamina kalau perlu kami akan berkonsultasi dengan Kementrian Perikanan untuk membantu masyarakat untuk kembali membeli solar.” terang Ardin.

Ardin berharap, dengan usaha-usaha yang akan dilakukan kedepan mampu mengebalikan aset daerah menjadi sumber PAD Konawe agar bisa menambah pemasukan daerah untuk pembangunan. (KS/Wawan)