Beranda Kampung Sultra Kopi Beracun Tewaskan Warga Bombana, Diduga Sebab Asmara

Kopi Beracun Tewaskan Warga Bombana, Diduga Sebab Asmara

140
Jenazah korban kopi beracun di Bombana saat diotopsi di RS Bhayangkara Kendari.

BOMBANA, – Malang nasib Tonde (58) warga Desa Toari, kecamatan Poleang Barat, kabupaten Bombana . Ia tewas usai meneguk kopi yang diketahui mengandung racun, Jum’at (3/8/2018).

Sialnya, kopi beracun itu diketahui sengaja diminum Tonde. Hendak pamer dengan ilmu yang dimilikinya, Tonde nyatanya harus meregang nyawa.

Kasubag Humas Polres Konawe, AKP Sahar mengungkapkan kronologi kejadian saat salah seorang warga lainnya Daud (51) meminum kopi bercampur racun itu. Ia mengalami keracunan hingga dilarikan ke Puskesmas.

Daud sendiri berhasil diselamatkan. Tak berselang lama, di waktu sore ia sudah diizinkan pulang ke rumah.

Tak berapa lama Tonde yang merupakan rekan Daud datang ke rumahnya. Ia kemudian mencari sisa kopi yang dikabarkan beracun itu, ia mengatakan hendak meminumnya juga.

“Korban sebenarnya mengetahui kalau kopi itu ada racunnya, warga sekitar juga sempat memperingati korban. Tapi korban bersikukuh karena merasa punya penangkal.” ujar AKP Sahar.

“Saya ada ji penangkalku, jadi tidak akan mempan,” kata Tonde saat ia hendak meminum kopi beracun seperti ditirukan AKP Sahar dari keterangan warga.

Benar saja, usai meneguk kopi beracun itu, Tonde langsung jatuh dan tak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas namun naas nyawanya tak tertolong.

Polisi yang melakukan oleh TKP dari Polres Bombana mendapatkan informasi jika kopi itu memang sengaja diracun. Beberapa saksi menyatakan inisial Wira (58) juga terlihat masuk rumah Daud.

Wira merupakan warga desa yang sama dengan para Korban. Dari penggalian informasi di lokasi, Wira diduga sebagai pelaku kopi beracun itu.

“Warga setempat melihat pelaku masuk ke rumah Daud, katanya mau cari makan. Saat itu Daud sedang sholat Jum’at.” kata AKP Sahar

Dari gerak cepat aparat kepolisian, Wira akhirnya diamankan di rumah. Dalam pemeriksaan pelaku mengaku tindakan ini dipicu oleh dendam terhadap korban pertama yakni Daud.

Ia beralasan sakit hati karena sering dituding Daud menjalin hubungan gelap dengan istrinya. Namun naas malah Tonde yang harus meregang nyawa.

Dari keterangan tersangka kopi itu sengaja diseduhnya dengan mencampurkan bubuk putih dan juga kunyit. Adapun jenazah Tonde dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kendari untuk proses otopsi.

Saat ini pelaku langsung ditahan di Polres Bombana dengan sangkaan pasal pembunuhan berencana. (Eko)