Beranda Kampung Politik Kunjungan ke Masyarakat Jadi Agenda Rutin Pasangan Litanto – Murni

Kunjungan ke Masyarakat Jadi Agenda Rutin Pasangan Litanto – Murni

133

Kampung Konawe

Unaaha, – Usai memastikan diri dapat dukungan partai koalisi, pasangan Litanto – Murni kini fokus ke kunjungan masyarakat baik desa maupun kelurahan. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai agenda rutin pra Pilkada Konawe 2018 mendatang.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati ini mengagendakan kegiatan tersebut sebagai hal rutin, tujuannya tak lain menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mencari solusi tiap permasalahan yang dihadapi warga pada wilayah masing-masing.

“Setelah partai koalisi ada titik terang, saat ini saya bersama ibu Hj Murni fokus untuk kunjungan dari desa ke desa. Sampai tadi malam untuk saya sendiri, sudah 132 desa dan 2 kelurahan yang saya kunjungi,” kata Litanto saat ditemui di kediamannya baru-baru ini.

Menurut Sekretaris DPD PDI-Perjuangan ini, dirinya akan merampungkan kunjungan ke 301 desa dan 58 kelurahan hingga bulan November 2018. Kata dia, dengan demikian ketika diberi amanah oleh rakyat untuk memimpin Konawe dirinya bersama pasangannya sudah tahu apa yang mesti dilakukan.

“Karena memang tekad saya untuk maju harus saya mengenal semua wilayah. Desa A apa kebutuhannya dan desa B apa keluhannya, sehingga ketika saya diberi amanah untuk memimpin Konawe saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan dalam rangka membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat,”ujarnya.

Karena menurut mantan  Ketua DPC PDIP Konawe ini, jika menunggu laporan dari Kades dan camat tentu yang dilaporkan pasti yang baik-baik saja. Tidak mungkin kata dia mereka kades dan camat meloporkan hal yang tidak baik karena takut dimarahi sama pimpinan.

Dalam kunjungan ke 132 desa dan 2 kelurahan, Litanto menyebut banyak mendapat keluhan serta masukan dari masyarakat untuk Konawe yang jauh lebih baik lagi kedepannya.

“Yang jelasnya kalau kita melihat program pemerintah Kabupaten memang belum begitu jelas arahnya. Dalam hal ini infrastruktur,  air bersih, pertanian dan perikanan kurang mendapat perhatian pada masyarakat,” ucapnya.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Provisnsi Sulawesi Tenggara ini,  kalau tidak ada dana desa tidak ada proyek yang masuk di desa. Jadi program pemerintah Kabupaten itu yang menutupi adalah dana desa yang bersumber dari APBN ( pusat ).

“Yang jadi pertanyaan kita dana APBD diperuntukkan untuk apa? ,” ujar Litanto.

 

Berdasarkan pengamatan selama melakukan kunjungan ke desa-desa, Calon Bupati Konawe ini menyebut bahwa hampir semua daerah yang dikunjunginya rata – rata mengeluhkan ìnfrastruktur, pertania dan perikanan. Kata dia, masyarakat tidak berdaya karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur penunjang.

“Jadi memang wajar kalau Konawe masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal,” katanya.

Terkait dengan calon rivalnya nanti pada pilkada yang akan datang, politisi PDI-Perjuangan ini mengaku sangat bangga. Karena menurutnya, semua baliho yang berdiri merupakan putra-putri terbaik daerah ini. Sehingga siapapun nantinya yang menjadi pilihan mayoritas masyarakat Konawe sudah itulah yang terbaik dari semuanya.

“Semua putra-putri terbaik Konawe. Di pilkada Konawe nanti, dari semua calon Insya Allah semoga kami menjadi pilihan rakyat untuk diberi amanah untuk memimpin dan membangun Konawe untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Litanto. (KS/Red)