Beranda Kampung Hukrim Lelaki Ini Tewas Saat Bercumbu Usai Minum Kopi Jantan

Lelaki Ini Tewas Saat Bercumbu Usai Minum Kopi Jantan

126
Kapolres Konawe, AKBP Jemi Junaidi saat melihat jasad korban saat berada di hotel
Kapolres Konawe, AKBP Jemi Junaidi saat melihat jasad korban saat berada di hotel

Kampung Konawe
Unaaha, – Diduga akibat usai mengkonsumsi kopi pembangkit kejantanan, salah seorang pria paruh baya, Haerudin (49) warga Kelurahan Padang Subur, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Rabu, (02/8) ditemukan tewas.

Penemuan sesosok mayat yang diketahui berprofesi sebagai pedagang ini, terjadi sekitar pukul 18:00 Wita oleh salah seorang wanita yang diduga wanita panggilan, berinisial Arn.

Mayat Haerudin sendiri ditemukan di kamar nomor 8 di salah satu hotel di Kota Unaaha, tepatnya di Kelurahan Inolobunggadue, Kecamatan Unaaha, dengan kondisi hanya mengenakan handuk.

Sebelumnya, Haerudin diketahui memesan air panas pada salah seorang petugas kamar, Rohmatun (54). “Sebelumnya dia minta air panas, saya rebuskan dan saya tuangkan di gelas.” Katanya.

Saat di tempat penemuan mayat, ditemukan bungkus kopi yang diduga sebagai kopi penambah stamina pria dan satu buah kaleng susu siap konsumsi di kamar korban.

Korban sendiri diketahui sudah sering berkunjung ke tempat terasebut. “Kalau ke Unaaha memang pasti ke sini.” Kata Rohmatun.

Kapolres Konawe, AKBP Junaidi, Kamis, (3/8) di ruang kerjanya mengatakan, sebelumnya korban memesan wanita panggilan pada salah seorang tukang ojek untuk dibawa ke kamar.

“Setelah tiba, korban kemudian masuk kamar mandi dan kembali usai melepas pakaian dan hanya pakai handuk. Setelahnya wanita itu dipanggil untuk baring di sampinya.” kata AKBP Jemi Junaidi.

”Sinimi datang baring-baring disampingku,saat lagi bercumbu tiba-tiba korban mengorok,” Katanya menirukan keterangan Arn.

Sebelumnya, kata AKBP Jemi Junaidi, kepolisian hendak melakukan pemeriksaan mendalam, namun pihak keluarga menolak dan meminta agar jasad korban segera dibawa pulang untuk dimakamkan.

”Keluarga korban meminta agar tidak dilakukan otopsi karena korban mengalami penyakit jantung,” kata AKBP Jemi Junaidi menerangkan. (KS/Red)