Beranda Ragam Maksimalkan Penanganan Bencana, BPBD Konawe Latih 30 TRC

Maksimalkan Penanganan Bencana, BPBD Konawe Latih 30 TRC

324
Peserta TCR Saat Melakukan Pelatihan

Kampung Konawe
Unaaha, –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM ) dan keahlian dalam mengevakuasi korban bencana.

Pelatihan ini dilakukan sejak 28 April sampai 4 mei mendatang. Selama tujuh hari itulah 30 anggota Tim Raksi Cepat (TRC) BPBD mendapatkan materi pelatihan dari Badan SAR Nasional (Basarnas) yang dilaksanakan di Kecamatan Soropia, Konawe.

Baca juga : Peringati HBN, BPBD Konawe Simulasi Tanggap Bencana

Kepala Bidang Kedauratan dan Logistik Dedet Ilnari Yusta, melalui akun WhatsApp (WA) nya mengatakan, kegiatan Diklat SAR BPBD sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kualitas SDM tenaga terampil dalam upaya pencarian dan pertolongan.

Dalam kegiatan ini pula BPBD membagi dua materi pelatihan diantaranya, materi kelas dan materi lapangan. Materi kelas akan dilaksanakan oleh Basarnas sementara materi lapangan BPBD akan dilaksanakan di Kecamatan Soropia.

Kepala Pelaksana Badan BPBD Kabupaten Konawe, Jahiudin (Kanan) bersama Kepala Seksi Potensi Basarnas Kendari, Amiruddin.

“Seperti full instruktur, medical first responder, high angle rescue tecnik, water rescue dan cardiopulmonari resusitation.”kata Dedet

“Para peserta diperkenalkan berbagai macam peralatan yang digunakan saat menolong korban. Sementara untuk simulasi peserta diajarkan cara menggunakan perahu karet.” lanjut Dedet

Sejauh ini, menurut Dedet, salah satu kendala yang dihadapi yakni kurangnya tenaga terampil yang dimiliki saat melakukan pertolongan baik itu relawan maupun personil yang ada di BPBD sendiri.

baca juga : Jelang HBN, BPBD Sosialisasikan Kesiap Siagaan Bencana

Dikatakan, jumlah personil dari BPBD sendiri belum memenuhi syarat untuk mengcover luas wilayah kabupaten konawe. Hal ini dikarenakan jumlah SDM masih belum memadai.

Karena itu, Dedet mengharap dengan kegiatan ini dapat lebih meningkatan SDM dalam upaya pencarian dan pertolongan.”tutupnya.(KS/Red)