Beranda Ibu Kota Mantapkan Operasi Ramadaniya Anoa 2017, Polda Sultra Rapat Bersama Stekholder

Mantapkan Operasi Ramadaniya Anoa 2017, Polda Sultra Rapat Bersama Stekholder

109

Ibu Kota

Kendari, – Dalam pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polda Sultra beserta jajaran akan melaksanakan Operasi Ramadniya Anoa 2017.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 17 (tujuh belas) hari yang mengedepankan kegiatan Satgas Turbinjali, Kamseltibcarlantas, Lidik Sidik dan Banops dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1438 H.

Untuk memantapkan operasi tersebut, Polda Sultra menggelar rapat rapat koordinasi dalam rangka Operasi Ramadniya Anoa 2017 di Wilayah hukum Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Brigjend Polisi Andap Budhi Revianto, SIK bersama Forkompinda tingkat I, seluruh Kapolres dan dihadiri oleh semua stake holder terkait.

“Ketika evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Diharapkan tahun ini lebih baik lagi. Komunikasi dan solidaritas kita tetap terjalin dengan baik.” kata Kapolda Sultra Brigjend Polisi Andap Budhi Revianto SIK.

Operasi Ramadaniyah digelar guna mewujudkan Sitkamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.

“Saat arus mudik maupun arus balik nanti masyarakat mudik terlayani dengan baik, sarana transportasi yang tersedia siap dan layak jalan, untuk meminimalisir gangguan gangguan kamtibmas.”jelas Andap.

Selain itu Operasi Ramadaniyah Anoa 2017 diharapkan, mampu mengatasi ketersediaan bahan bakar dan bahan pokok, Stake holder diharapkan punya rasa memiliki dan tanggap atas bencana yang terjadi.

“Harga bahan pokok sesuai standart HET, tidak boleh ada penimbunan. Jangan ada beredar makanan kadaluwarsa.” harapnya.

Kapolda juga meminta kepada stake holder terkait untuk bekerjasama mendukung oprasi Ramadaniyah, agar berjalan dengan baik dan kondusif. Mudik idul fitri merupakan tradisi atau budaya masyarakat Indonesia, beberapa aktifitas keluarga meningkat, lokasi rekreasi, mall, dan lain-lain.

Implikasinya, lanjut Brigjen Indap, akan terjadi lonjakan arus pergerakan orang dan barang. Hal ini harus dikelola dengan baik, supaya tidak menimbulkan persoalan kamtibmas dan kamseltibcarlantas, menjelng dan sesudah hari raya.

“Mohon keikhlasan untuk bekerja demi masyarakat, hindari sikap arogansi. Jaga dan tingkatkan kewaspadaan, jangan sampai malah jadi korban.” tutup Jendral satu Bintang ini.(KS/Red)