Beranda Lainnya Sosbud Masyarakat Adat Konawe Bakal Gelar Pensakralan Peralatan Kerajaan

Masyarakat Adat Konawe Bakal Gelar Pensakralan Peralatan Kerajaan

286
Suasana ziarah ke makam leluhur Kerajaan Konawe. (Dok. Rimbutako Ana Wonua/Sarman)
Suasana ziarah ke makam leluhur Kerajaan Konawe. (Dok. Rimbutako Ana Wonua/Sarman)

Kampung Konawe
Unaaha, – Masyarakat adat Konawe yang terdiri atas komunitas adat se-Sultra, Kamis, (21/9) malam atau tepatnya malam 1 Muharam kalender hijriah bakal menggelar pensakralan peralatan kerajaan Konawe.

Pensakralan ini akan dilakukan di rumat adat Laika Mbu’u Wonua Ndinudu Meluhu. Istilah pensakralan ini sendiri dalam masyarakat tolaki disebut Pombeweweunga’a parewa ka Mokole i Konawe atau diartikan pencucian benda-benda kerajaan.

Ketua Komunitas Adat Wonua Ndinudu Meluhu, Ajemian Suruambo mengatakan, benda-benda kerajaan yang akan disakralan merupakan benda-benda yang tersebar di seluruh jazirah Konawe.

“Tujuannya untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur kerajaan Konawe, sekaligus dalam rangka tahun baru islam.” Kata Ajemain Suruambo, Jum’at, (15/9).

“Benda-benda yang akan disakralkan tersebut seperti benda pusaka milik raja dan leluhur, perabotan rumah tangga, alat pertanian dan peralatan perang.” Tambah Ajemain.

Dikatakan, benda-benda kerajaan ini akan didatangkan dari berbagai wilayah, seperti Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe Kepalauan, Konawe Selatan dan Kota Kendari, kemudian akan disatukan lalu dilakukan pensakralan secara bersamaan.

“Sebelum pensakralan, terlebih dahulu ada beberapa prosesi yang mesti dilalui, seperti pengambilan air pencucian benda, ziarah ke makam raja dan para leluhur kerajaan kemudian pembacaan doa-doa untuk leluhur lalu masuk prosesi pensakralan.” Kata Ajemain.

Ajemain menuturkan, pensakralan ini sudah keempat kali dilakukan termaksud tahun ini. Rencananya kata dia, pensakralan ini bakal mengundang lembaga-lembaga pemerhati budaya se-Sultra dan unsur pemerintah daerah.

“Kita harapkan agenda ini bisa rutin dilaksanakan oleh Pemda Konawe khususnya, selain bentuk menjaga kelestarian diharapkan pula menjadi obyek wisata budaya.” Ujar Ajemain. (KS/Red)