Beranda Kampung Sultra Ngeri…!!! Pemda Konawe Punya Utang 1 Miliyar di Bengkel, Anggarannya Kemana?

Ngeri…!!! Pemda Konawe Punya Utang 1 Miliyar di Bengkel, Anggarannya Kemana?

1910
Ilustrasi
Ilustrasi

Kampung Konawe
Unaaha – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe ternyata punya utang perawatan Mobil Dinas (Mobdis) lingkup Pemda Konawe sebesar Rp1 Miliyar. Utang ini dihitung dalam tenggak waktu dari tahun 2013 saat Lukman Abunawas menjabat Bupati.

Bahar menyebut, ada dua nama besar yang bertanggung jawab terkait hal ini, di masa Lukman Abunawas, nama Kepala BPKAD saat ini, Ferdinand keluar sebagai penanggung jawab saat itu sebagai Kepala Aset Pemda Konawe.

Selanjutnya, pada masa Kery Saiful Kongoasa, Kepala Dinas Ketahanan Pangan saat ini, Muhammad Akbar ikut dikaitkan yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Pemda Konawe.

Utang ini diungkapkan oleh pemilik bengkel Abdi Motor, Bahar sebagai pemegang kontrak kerjasama dalam perawatan Mobdis. Dari total 1 Miliyar ini, dirinya merinci biaya yang ditimbulkan pada masa Lukman Abunawas mencapai Rp400 juta dan tahun 2014 sebesar Rp650 jutaan.

“Kami bisa memperlihatkan nota-nota dan kontrak. Dana ini sudah lama tersendat dan Pemda Konawe sampai saat ini belum menunjukkan niat baiknya dalam menyelesaikan persoalan ini.” kata Bahar, sembari kecewa dengan keputusan Pemda Konawe yang menggantung nasib bisnisnya.

Selain itu, Bahar mengungkapkan, utang terakhir untuk tahun 2016 sebesar Rp100 juta belum dibayarkan pula, bahkan dirinya menilai Pemda Konawe terkesan membiarkan hal ini, sebab bila pembayaran ditanyakan, Pemda Konawe tidak memberi respon.

“Kami lihat ini hutangnya mereka sengaja mau dihilangkan, karena tidak ada sama sekali niat baik mereka. Sementara modal kami selalu putar, tapi karena utang ini belum dibayarkan kami kesulitan juga.” ungkap Bahar.

Bahar menyesalkan tindakan Pemda Konawe yang belum membayarkan tunggakan mereka, padahal pemerintah selalu menagatakan keuangan daerah normal-normal saja. Ironinya, meski tiap tahun APBD Konawe dinaikkan, namun utang tersebut belum juga terbayarkan.

“Kami kesulitan dalam ekonomi, kami butuh dibayarkan utang itu. Modal inikan kami pinjam juga, tapi karena mandet begini akhirnya kami yang tercekik.” tutur Bahar.

Bahar menegaskan, jika Pemda Konawe tak kunjung memperlihatkan niat baiknya, terpaksa pihaknya akan menempuh jalur hukum. Kini dirinya hanya bisa menungu janji apa yang akan kemudian diberikan Pemda Konawe pada dirinya. (KS/Red)