Beranda Kampung Sultra Pembagian Randis, Komisi I DPRD Sebut Bupati Pilih Kasih, Ada “Anak Emas”?

Pembagian Randis, Komisi I DPRD Sebut Bupati Pilih Kasih, Ada “Anak Emas”?

309

Komisi I DPRD Konawe menyebut, Bupati sakit hati akibat kader Partai PAN gagal pimpin Komisi

Kampung Konawe
Unaaha, – Polemik pembagian Kendaraan Dinas (Randis) berakhir dengan polemik. Komisi I DPRD Konawe menyebut dalam pemberian fasilitas tersebut, pemerintah khususnya Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa pilih kasih dalam pemberian fasilitas negara itu.

Dalam jumpa pers, Selasa (4/7) Komisi I DPRD Konawe melalui H. Karim Dama, menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan dinas di Bagian Umum Pemda Konawe menggunakan dana APBD sebesar Rp. 4 Milyar (empat milyar rupiah).

Menurutnya, mobil tersebut itu diadakan untuk kemudian dipinjam pakaikan kepada 13 anggota DPRD Konawe dan dua Komisioner KPUD Konawe. Namun hingga saat ini kata dia, dari 15 unit kendaraan tersebut, ada 5 unit yang seharusnya sudah diserahkan ke anggota Komisi I tetapi itu tidak dilakukan.

Terkait dengan hal tersebut, Komisi I mensinyalir mobil dinas sebanyak lima unit itu tidak diserahkan merupakan imbas dari pemilihan Ketua Komisi l beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ditahannya kendaraan tersebut diduga karena ada kepentingan politik Bupatidan Ketua DPRD Konawe.

“Sudah bisa dipastikan kelima anggota KomisiI DPRD menjadi korban terkait pemilihan Ketua Komisi l. Karena semua yang tidak diberi mobil dinas adalah anggota DPRD yangmemilih ibu Kadek Ray Sudiani sebagai ketua Komisi I ,” kata legislator PDIP ini.

Berdasarkan hasil rapat internal, kata pria berkacamata ini, Komisi I DPRD Konawe berkesimpulan bahwa tidak diserahkannya mobdis tersebut kepada kelima anggota yang berhak itu sebagai bukti bahwa Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa tidak berlakuadil.

“Jika bupati merasa berlaku adil maka harus segera membagikan kendaraan dinas tersebut dengan tidak ditunggangi kepentingan politik,” ujarnya.

Bukan hanya kepada bupati Kery, Komisi I DPRD Konawe juga mengaku sangat kecewa kepada Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara yang dinilai tidak mampu memperjuangkan hak-hak anggotanya.

“Beliaukan satu partai dengan pak bupati, masa tidak bisa bicara dari hati ke hati. Kalau memang beliau jeli dan mau peduli dengan anggota ,” sambung Eko Sudarsono.

Sementara legislator Golkar, Jumrin Haba menyebut beredar isu bahwa kelima mobil yang tadinya akan diperuntukan kepada anggota DPRD Konawe sebagai mobil dinas untuk menunjang operasional dewan akan diberikan kepada sejumlah camat.

” Ini kan sudah tidak sesuai. Pengadaan mobilitu dianggarkan dan disetujui untuk menjadi kendaraan dinas 13 anggota dewan dan dua komisioner KPUD Konawe bukan untuk camat,” ujarnya.

Untuk diketahui, anggota DPRD Konawe yang tidak mendapat fasilitas kendaraan dinas untuk menunjang kerja mereka adalah Ketua Komisi DPRD Konawe, Kadek Ray Sudiani dariFraksi Gerindra, H.Karim Dama, Fraksi PDI Perjuangan, Eko Sudarsono, Fraksi Keadilan Sejahtera, Jumrin Haba, Fraksi Golkar dan Samsuddin dari Fraksi Bulan Bintang.

Untuk Mobil Dinas Ketua Komisi I sendiri saatini diduga masih dikuasai mantan Ketua Komisi III, Al Ma’ruf dari Fraksi Amanat Nasional Demokrat. (KS/Red)