Beranda Kampung Sultra Pemda Konawe Gelontorkan Dana 3,5 Miliyar Untuk Perawat Desa

Pemda Konawe Gelontorkan Dana 3,5 Miliyar Untuk Perawat Desa

341
Penyerahan SK Perawat Desa Oleh Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa beberapa waktu lalu
Penyerahan SK Perawat Desa Oleh Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa beberapa waktu lalu

Kampung Konawe
Unaaha, – Program Satu Perawat Satu Desa jadi salah satu “jualan” andalan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe saat ini. Tak tanggung-tanggung, Pemda Konawe bahkan menggelontorkan dana hingga Rp. 3,5 Miliyar.

Dana yang digelontorkan ini, diperuntukkan untuk menggaji tenaga perawat. Jumlah ini diambil dari jumlah perawat yang disebar di 293 desa di Kabupaten Konawe, dengan akumulasi Rp. 1 juta per perawat desa setiap bulannya. Sumber dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Konawe, Muh. Aris mengungkapkan, pengalokasian pembayaran gaji perawat itu telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Konawe tentang penggunaan ADD untuk pembayaran tenaga perawat desa.

“Perawat desa akan digaji melalui ADD desa tempat perawat bertugas. Hal ini sesuai dengan Perbup yang mengatur penggunaan ADD ini untuk pembayaran perawat desa. ADD inikan berasal dari APBD sehingga penggunaannya secara teknis boleh ditetapkan melalui Perbup.” jelas Muh. Aris saat ditemui diruangannya Selasa, (16/5) lalu.

Aris menyatakan, dalam penggunaan dalam ADD untuk kepentingan pembiayaan kesehatan ini tidak berbenturan dengan aturan manapun sehingga desa punya kewenangan untuk membiayai perawat desa. Bahkan menurutnya, jika memungkinkan, Kepala Desa (Kades) dapat menggunakan ADD untuk membangun pusat kesehatan desa, sebab sudah diatur dalam juknis ADD.

“Karena ini merupakan domain Kades, maka segala persoalan misalnya perawat desa yang tak jalankan tugas, maka yang punya kewenangan adalah Kades itu, termaksud masalah pembayaran gaji semua hak Kades tempat perawat tugas.” terang Muh. Aris

Soal kelengkapan perawat sendiri, Muh. Aris menjelaskan, akan ditanggung oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tempat tugas perawat. Misalkan obat, perawat dihimbau agar melakukan koordinasi untuk diadakan oleh Puskesmas dan menjadi tanggung jawab Puskesmas.

”Masalah obat-obatan, mereka tinggal amprah ke Puskesmas termaksud masalah pelayanan – pelayanan dasar. Intinya koordinasi dengan Kepala Puskesmas, apa-apa saja yang dibutuhkan.” Ujar Muh. Aris.

Selain itu, Muh. Aris menghimbau, agar perawat desa tidak terpaku dengan statusnya sebagai perawat, namun harus menjadi agen kesehatan yang bertanggung jawab dengan segala kebutuhan masyarakat desa.

”Tugasnya bukan hanya masalah keperawatan, tetapi dia harus jadi mata – mata kesehatan. Misalnya, ada ibu hamil yang tidak dilapor ke petugas kesehatan, kalau dia tahu harus dia lapor ke bidan.Atau ada yang tidak mau ditangani imunisasinya harus dia laporkan ke puskesmas.” pungkas Muh. Aris. (KS/Red)