Beranda Kampung Sultra Pemilik Lahan VS Pemda : DPRD Konawe Inisiasi Menengahi

Pemilik Lahan VS Pemda : DPRD Konawe Inisiasi Menengahi

815
Ketua Komisi I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiana
Ketua Komisi I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani

Kampung Konawe
Unaaha, – Sengketa lahan stadion sepak bola sampai saat ini tak kunjung selesai. Saling klaim antara pemilik lahan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe berbuntut panjang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe berencana menengahi masalah ini.

Ketua Komisi I, DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiana mengatakan, pihaknya saat ini di dewan sedang mengupayakan proses penyelesaian sengketa kepemilikan lahan stadion yang sudah berlarut-larut.

“Orientasi kami adalah menyelesaikan semua  persoalan sengketa lahan apa lagi yang berhubungan dengan program dan pembangunan. Karena kalau tidak secepatnya kita clearkan maka program pembangunan tidak akan terlaksana. Apa lagi pembangunan yang berhubungan dengan APBN.” ujar Kadek saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Kadek, langkah-langkah konkrit mediasi antara pemilik lahan dengan Pemda Konawe sudah mulai dilakukan, hasilnya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan mediasi awal pada beberapa pihak terkait.

“Saya sudah merekomendasikan kepada dinas terkait yakni Dinas Pertanahan, Camat dan pemilik lahan. Dalam waktu dua minggu kami akan melakukan rapat koordinasi.” ungkap Kadek.

Kadek meyakini, masalah yang sudah lama berlansung ini bakal selesai secepatnya mengingat persoalan ini semakin memuncak, sehingga harus ada keputusan konkret dari kedua pihak yang bisa dijadikan landasan.

“Dan ini kami target bulan April ini sudah diselesaikan karena masih banyak persoalan-persoalan yang harus diselesaikan. Kalau memang harus ganti rugi kami akan lakukan. Agar program pembangunan stadion bisa terlaksana.” tandas Kadek.

Lanjut Kadek, persoalan ini bukan semata-mata mengakui siapa pemilik sesungguhnya lahan itu, melainkan beberapa pertimbangan pembangunan daerah seperti karena belum adanya stadion di Konawe.

“Kami tidak mau malu dong dengan kabupaten yang masih muda, mereka itu rata-rata sudah punya stadion, apalagi Kabupaten Konawe adalah merupakan kabupaten tertua.” pungkas Kadek.

Di tempat yang sama,  Anggota Komisi I, Jumrin Haba menegaskan, DPRD Konawe akan dengan serius mengawal proses penyelesaian sengketa tersebut sebab menurutnya, pembangunan stadion merupakan pembangunan daerah yang harus dikawal prosesnya,

“Kapan masalah ini tidak diselesaikan secepatnya maka kita tidak akan pernah punya stadion,” kata Jumrin Haba.

Sekedar informasi, lapangan sepakbola yang disengketakan ini dibuat diatas lahan seluas 6,5 hektar di Kelurahan Wawonggole, Kecamatan Unaaha. meski sudah berbulan-bulan, kondisi statdion masih jauh dari kata layak tinggal. (KS/Arsyam)