Beranda Kampung Hukrim Residivis Narkoba Dua Pasutri Di Amankan Ditresnarkoba Polda Sultra

Residivis Narkoba Dua Pasutri Di Amankan Ditresnarkoba Polda Sultra

218

Ibu Kota
Kendari, – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali meringkus dua pengedar Narkoba jenis Shabu. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri (Pasutri), dan residivis dalam kasus yang sama.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sultra, AKBP Abdul Kadir SH mengatakan, pasangan pasutri tersebut ditangkap disalah satu kos-kosan di wilayah Kota Kendari, Minggu, (9/7).

“Pasangan Pasutri tersebut sudah menjadi target operasi kami, dan dari informasi yang kita kumpulkan, keduanya berhasil kami ringkus disalah satu kos-kosan di wilayah Kota Kendari, “jelasnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (12/7).

Selain itu, kata dia, Pasutri tersebut merupakan residivis dalam kasus yang sama. Dimana, yang perempuan pernah mendekam dalam jeruji besi dengan vonis 5 tahun penjara, dan ia bebas pada tahun 2013 lalu.

“Mereka ini sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang sama. Istrinya dua kali masuk penjara, sedangkan suaminya pernah masuk juga dengan kasus yang sama pula,” beber Abdul Kadir.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan satu tersangka berinisial AS, Kamis (9/7) lalu di Jalan Edi Sabara. Ditangan AS, polisi menemukan satu paket shabu.

Kemudian, lanjut Abdul Kadir, pihaknya melakukan pengembangan. Alhasil, tersangka lain berinisial SA berhasil diringkus di wilayah Kecamatan Wua-wua kota Kendari.

“Dari tangan SA, kami berhasil menemukan barang bukti berupa shabu sebanyak empat paket,” ujarnya.

Ditambahkannya, dari penangkapan tersangka SA serta informasi yang didapatkan, pihak kepolisian akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap Pasutri tersebut.

“Penangkapan itu kami lakukan usai hari raya lebaran. Jadi, tersangka yang telah diamankan kepolisian berjumlah 5 orang diantaranya SH, IY, UJ, SA dan AS. Dua diantaranya adalah Pasutri, ” paparnya.

Untuk diketahui, kelima tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1), dengan ancaman kurungan penjara antara lima sampai 20 tahun. (KS/Fd)