Beranda Ragam Salurkan Bantuan Korban Banjir, Tim Penggerak PKK Libatkan Tim Medis

Salurkan Bantuan Korban Banjir, Tim Penggerak PKK Libatkan Tim Medis

290

Kampung Konawe
Unaaha, – Tim Penggerak PKK bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat Polres Konawe kembali menyalurkan bantuan logistik ke lokasi banjir. Dalam penyaluran kali ini tim PKK melibatkan tim medis.

Bantuan disalurkan di dua kecamatan, yakni Lambuya dan Pondidaha. Bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar diserahkan langsung oleh Ketua Tim PKK Titin Nurbaya Saranani, Jum’at, (19/5).

Ketua Tim PKK Titin Nurbaya Saranani saat memantau kondisi banjir di Desa Wonua Monapa Kec. Pondidaha, Senin, (19/5) sore tadi. (foto/Red)

Titin Nurbaya Saranani menuturkan, penyaluran bantuan logistik pertama disalurkan ke Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya. Selanjutnya, diberikan pula ke Desa Laloika dan Wonua Monapa di Kecamatan Pondidaha.

Lanjut Titin, keterlibatan para tim medis untuk menanggulangi korban banjir yang terserang penyakit. Banjir yang sudah berlangsung beberapa hari ini telah menyebabkan berbagai macam penyakit terhadap warga. Antara lain, gatal, flu dan diare.

“Kami membawa tim medis untuk mendata sekaligus memberikan pengobatan kepada warga. Untuk urusan kesehatan nantinya kami akan buat posko disetiap titik banjir. Kami sudah komunikasikan dengan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Titin Nurbaya Saranani bersama warga Desa Wonua Monapa

Istri Bupati Konawe ini menjelaskan, hingga saat ini masih ada sebelas Kecamatan dan puluhan desa yang terendam banjir. Pihaknya akan terus melakukan komunikasi kepada Pemda Konawe agar mengintensifkan bantuan untuk para korban.

“Saya sendiri yang akan bicara sama bapak bupati. Kebetulan saat ini beliau masih di luar daerah,” tandasnya.

khususnya di Desa Laloika dan Wonua Monapa, menunjukan bahwa banjir belum juga ada tanda-tanda akan surut. Malahan, Kamis malam (18/05), ketinggian banjir sempat meningkat. Hal itu membuat membuat tim BPBD dan Kepolisian kembali melakukan evakuasi. Hingga saat ini beberapa warga yang rumahnya terendam parah, memilih untuk mendirikan tempat tinggal darurat di atas tanggul. (Ks/Red)