Beranda Lainnya Pariwara Sambangi Balita Pengidap Hydrocephalus, Ketua DPRD Konawe Bantu Pengobatan

Sambangi Balita Pengidap Hydrocephalus, Ketua DPRD Konawe Bantu Pengobatan

76
Ketua DPRD, Gusli Topan Sabara saat menyambangi Fitriani, bocah pengidap Hydrocephalus
Ketua DPRD, Gusli Topan Sabara saat menyambangi Fitriani, bocah pengidap Hydrocephalus

PARIWARA
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Gusli Topan Sabara, mendatangi rumah orang tua Fitriani, balita yang didiagnosa mengidap penyakit Hydrocephalus, Sabtu (29/4).

Kedatangannya ini usai dirinya mendapat laporan dari Kepala Desa Puroda Jaya, Kecamatan Uepai, Harjum, tempat orang tua Fitriani berdomisili, jika ada warganya yang menderita penyakit langkah.

Fitriani merupakan bayi mungil berumur 3 bulan hasil pernikahan pasangan suami – istri, Sumardin (35) dan Siti Nurhayati (33). Bayi malang ini telah didiagnosa terserang penyakit Hydrocephalus sejak masih dalam kandungan ibunya.

Pada kesempatan tersebut, Gusli dengan seksama mendengarkan keluhan dari kedua orang tua Fitriani. Setelah mendengar keluh kesah kedua pasutri itu, politisi senior ini langsung bertindak.

Gusli kemudian menghubungi Kepala Puskesmas (Kapus) Uepai via telepon. Ketua DPRD Konawe ini langsung memerintahkan Kapus agar segera mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan bayi malang itu.

“Kami akan terus mengawal setiap permasalahan masyarakat Kabupaten Konawe. Mulai kesehatan, pendidikan serta kelayakan hidup rakyat. Terkhusus pada ananda Fitri dalam proses pemulihan kesehatannya hingga tuntas.” ujar Gusli dengan nada sedih.

Raut wajah Gusli terlihat sangat sedih seakan tak kuasa melihat bayi Fitriani yang lagi berjuang hidup melawan penyakitnya. Ketua DPRD Konawe ini sesekali mengusap bibir Fitriani yang sedang digendong oleh ibu kandungnya.

Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara
Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara

Selain membantu pengobatan Fitriani,Gusli juga memberi semangat kepada kedua orang tua Fitriani agar selalu sabar dan berdoa. Sebagai motivasi Gusli menceritakan nasib anak keduanya yang juga pernah mengalami penyakit serupa dengan Fitriani.

”Penyakit ananda Fitriani sama halnya yang dialami anak kedua saya, sebesar ini kasihan rasa sakit yang dirasakannya.Kita saja orang dewasa kalau mengalami penyakit seperti ini, pasti akan kesakitan,” kata Gusli memberi motifasi sambil mengusap kepala balita Fitriani.

Ibunda Fitriani, Siti Nurhayati sangat berterima kasih kepada legislator Partai Amanat Nasional ( PAN ) itu. Ia menuturkan, sejak anaknya mengidap penyakit tersebut barulah Gusli Topan Sabara yang datang menjenguk mereka.

Siti Nurhayati sempat putus asa dan pasrahkan kesembuhan anaknya. Kala itu, ia berencana membawa anaknya untuk melakukan pengobatan di Makassar sebab menurutnya alat medisnya lengkap. Namun apa daya, ibu lima orang anak ini tak memiliki biaya yang cukup karena pekerjaan suaminya hanya sebagai petani.

”Jangankan untuk biaya kesehatan Fitria, untuk kami makan saja sehari-hari belum cukup. Sementara kata dokter, kalau kami ke Makassar dana yang harus disiapkan sebesar Rp.15 juta, waktu itu kami hanya punya uang 3 juta rupiah,” keluhnya.

Ia menjeskan, pertama lahir tubuh Fitriani agak gemuk. Namun setelah memasuki usia dua bulan, justru bukan badannya yang besar melainkan kepalanya. Sejak itu anaknya mulai menunjukkan gejala.

Siti Nurhayati berharap, dengan adanya dorongan dari pemeritah setempat serta dorongan secara langsung Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara, penyakit yang diderita anaknya bisa lekas sembuh.

”Kami sudah pasrahkan kesembuhan anak kami ini. Dengan adanya dorongan dari pak Gusli, kami sangat berterima kasih. Dia lah orang pertama yang mengunjungi kami. Sekarang tak khawatirkan masalah biaya, karena sudah ditanggung,” pungkasnya. (**)