Beranda Kampung Sultra Terminal Lahimbua, Proyek Mubazir Pemda Konut

Terminal Lahimbua, Proyek Mubazir Pemda Konut

357

Kampung Konut
Wanggudu, – Keberadaan Terminal Lahimbua di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang belum difungsikan kini menjadi perbincangan hangat warga Konut. Pasalnya hingga kini tak juga digunakan.

Salah seorang warga saat ditemui, Firman mengatakan, keberadaan terminal ini terkesan mubasir dan tidak jelas statusnya. Terminal yang menghubungkan dua Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) oleh pemerintah dibiarkan terbengkalai.

Meski pergantian Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan selalu dilakukan namun hingga kini terminal itu hanya dibiarkan begitu saja. Padahal sarana penunjang terminal tersebut telah rampung dikerjakan.

Menurut warga dengan difungsikannya terminal itu roda perekekonomian akan bertambah. Warga sekitar terminal akan mempunyai mata pencaharian dan pendapatan yamg jelas.

” Kalau kita buka warung jualan dilingkungan areal terminal pasti pendapan kita lumayan.” kata Firman yang ditemui disekitar terminal.

Menanggapi masalah itu, Kepala Dinas Perhubungan Konut Aris L. mengatakan, bahwa terminal tipe C tersebut tahun ini telah di ambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Karena statusnya dinaikan menjadi tipe B.” Kata Aris saat ditemui diruang kerjanya.

Lanjut Aris, terminal yang ada sekarang dalam waktu dekat bakal direnovasi kembali oleh pihak Provinsi bahkan pekerjaanya akan dimulai tahun ini.

“Jadi setelah terminal selesai pengerjaannya maka akan dijadwalkan untuk peresmiannya dan pengelolaanya akan menjadi UPTD.” kata Aris.

Tentang molornya penggunaan terminal tersebut dari tahun ke tahun Aris beralasan, karena areal parkir untk kendaraan itu tidak layak digunakan.

Lebih jauh Aris mengungkapkan, sebenarnya Pemda Konut tidak ingin pengelolaan terminal diambil alih oleh Provinsi. Namun melihat lalu lintas transportasi menghubungkan dua provinsi.

“Apa lagi saat ini ada beberapa perusahaan tambang menggunakan jalur darat untuk mobilisasi pekerja asing.” ujar Aris (KS/Yudis)