Beranda Kampung Sultra Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Konawe, Pemda Konawe Bersiaga

Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Konawe, Pemda Konawe Bersiaga

407
Rakor penanganan penyebaran virus corona di Kabupaten Konawe oleh Pemda Konawe dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.
Rakor penanganan antisipasi penyebaran virus corona di Kabupaten Konawe oleh Pemda Konawe dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

UNAAHA, – Isu penularan virus mematikan corona sampai ke Kabupaten Konawe. Morosi sebagai kawasan industri yang mempekerjakan TKA asal China jadi perhatian.

Guna mengantisipasi isu tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe menggelar rapat koordinasi berasama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (27/1/2020)

Dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja Bupati Kery Saiful Konggoasa itu dibahas langkah yang akan diambil pemerintah daerah Konawe menangani masalah virus corona ini.

Kery mengatakan, langkah-langkah antisipasi telah dibahas bersama. Hasilnya sudah dilaporkan ke Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ali Mazi.

Dikatakan, untuk jalur udara, potensi penularan virus Corona sudah bisa diantisipasi. Tapi kata dia, Pemda Konawe juga harus mencegah penularannya melalui jalur lainnya yang menuju mega industri di Morosi, misalnya jalur laut.

Jalur laut diungkap Kery, berpotensi menjadi jalur masuk utamanya bagi TKA ilegal.

” Sesuai data dari Nakertrans, TKA di Morosi itu sudah 744. Tapi menurut saya bukan hanya itu, sudah ribuan yang ada di sana,” katanya.

Terkait adanya informasi yang beredar bahwa di Morosi sudah ada TKA yang terindikasi mengidap virus mematikan itu, bupati dua periode ini belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat memimpin rakor penanganan antisipasi penyebaran virus corona, Senin (2712019)

“Kemarin saya sudah dapat informasi katanya sudah ada gejala-gejala. Kan virusnya itu melalui orang Cina, jadi kita tetap antisipasi itu. Saya sudah perintahkan Dinkes, Rumah Sakit, Sat Pol PP, TNI- POLRI juga ikut mem-back up dua puskesmas di sana yaitu Morosi dan Bondoala,” terangnya.

Selain melakukan koordinasi dengan Forkopimda Konawe bersama instansi terkait, Kery menyebut bahwa dirinya telah berbicara secara langsung dengan kepala Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara terkait penanganan virus corona tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan kepala rumah sakit provinsi dan dia sudah siapkan karantinanya. Sehingga kalau ada TKA terinveksi saya tidak mau dibawa di sini (Konawe-red) tapi langsung dibawa ke Kendari karena virus ini sangat meng- khawatirkan,” ujar Kery.

Menurut Bupati, di mega industri Morosi itu bukan hanya warga Konawe yang ada, tetapi tenaga kerja dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara ada di sana. Sehingga langkah antisipasi harus segera dilakukan hingga penundaan kedatangan TKA ke Sulawesi Tenggara.

“Menurut saya, mau dia sehat atau tidak sehat jangan dulu kita izinkan mereka masuk. Ok, sekarang katanya pemerintah sudah ketat di bandara, tetapi dia mengerti kita punya pelabuhan dan itu banyak tenaga kerja bukannlewat bandara lagi tapi di pelabuhan ini. Saya melihat gejala ini,” ujarnya.

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe saat ditempatkan di klinik tambang VDNI di Morosi, Kabupaten Konawe.
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe saat ditempatkan di klinik tambang VDNI di Morosi, Kabupaten Konawe.

Meski sudah melakukan upaya maksimal untuk mencegah penularan virus Corona kepada tenaga kerja lokal di Morosi, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku masih kesulitan untuk mendeteksi kondisi kesehatan semua TKA di Morosi. Dikatakan, alat pendeteksi suhu badan di Konawe belum ada, sehingga harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Alat tembak untuk mengukur itu belum ada. Inilah sebentar saya mau bicara dengan pak gubernur kalau bisa tiap kabupaten dikasih itu alat pengukur suhu itu. Kalau kitabmau pakai yang dijepit di keteak itu, berapa ribu yang harus kita siapkan,” katanya.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan sejumlah awak media, Kery kembali menegaskan bahwa potensi penularan penyakit dari negeri Tirai Bambu itu melalui Virus Corona di wilayah Kabupaten Konawe khusunya di mega industri Morosi itu dimungkinkan. Karena kata Bupati, jalur yang digunakan TKA bukan saja melalui udara tetapi juga jalur laut.

“Potensi itu ada, kan ada bongkar muat kapal di sana. Itulah tadi saya sampaikan Forkopimda, saya kasih pinjam kalian kapal, coba liat-liat sore. Karena di Morosi itu ada tujuh ratusan kapal tongkang yang operasi di sana,” ungkapnya. (Red)