Beranda Kampung Politik Arah Dukungan ke KSK-GTS, Kader Partai Gerindra Ini Mundur

Arah Dukungan ke KSK-GTS, Kader Partai Gerindra Ini Mundur

339
Foto : (Kiri) Ketua PAC Gerindra Kecamatan Wonggeduku, Fikri Kamaru ; (Kanan) Ketua PAC Gerindra Kecamatan Lambuya, Ahiruddin
Foto : (Kiri) Ketua PAC Gerindra Kecamatan Wonggeduku, Fikri Kamaru ; (Kanan) Ketua PAC Gerindra Kecamatan Lambuya, Ahiruddin

Kampung Konawe
Unaaha, – Keputusan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPC Kabupaten Konawe mengusung pasangan Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara pada Pilkada Konawe nyatanya tak diamini sejumlah kader. Seperti yang terungkap baru-baru ini, salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) menyatakan ketidak setujuannya.

Adalah Ketua PAC Kecamatan Wonggeduku, Fikri Kamaru. Ia secara terbuka mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader partai Gerindra. Hal ini disampaikannya, Selasa (23/1/2018) kemarin pada sebuah konfrensi pers. Ia dengan tegas menyatakan kekecewaanya sekaligus protes atas Ketua DPC Gerindra Konawe, Wahyu Ade Pratama selama memimpin partai.

“Saya kecewa dengan pak Ketua DPC (Wahyu-red). Kami sebagai pengurus di kecamatan sudah tidak dianggap lagi. Bayangkan saja, dukungan Gerindra ke KSK -GTS tidak ada penyampaian ke tingkat pengurus anak cabang ( PAC),” kata Fikri Kamaru.

Diungkapkannya, kekecewaan yang dirasakannya akibat arah dukungan partai yang terkesan tertutup. Sebagai ketua, Wahyu tidak pernah menyampaikan terkait kebijakan dukungan. Sehingga dirinya merasa sebagai kader dan pengurus partai terabaikan. Tak hanya dirinya, ia bahkan menyebut ada beberapa rekannya lagi yang sependapat dengan dia.

“Sejak Gerindra bergabung di kubu KSK -GTS, tidak ada lagi komunikasi yang terbangun. Jadi tidak pernah ada rapat. Bahkan saat kami coba komunikasi tidak pernah digubris. Telepon tidak dijawab dan SMS tidak dibalas oleh ketua (Wahyu),” ujar Fikri.

Selain ia, sejumlah dukungan pun diakuinya. Bahkan beberapa diantara menyatakan siap mengundurkan diri. Mereka adalah Ketua PAC Abuki, Ketua PAC Lambuya dan Ketua PAC lainnya lagi yang mendukung langkah mereka. Salah satunya PAC dari
Kecamatan Anggotoa.

“Info yang berkembang dari teman-teman PAC, sebagian besar pengurus Kecamatan akan segera menyatakan sikap untuk mundur,” katanya.

Hingga kini sejumlah pimpinan di lingkup DPC Gerindra Konawe belum memberikan komentar. Namun sejumlah kader yang disebutkan namanya oleh Fikri angkat bicara, seperti yang dilakukan Ketua PAC Gerindra Kecamatan Lambuya, Ahiruddin membantah telah mundur sebagai ketua PAC.

Menurut pria yang akrab disapa Nayang ini, sampai hari ini, Selasa (23/1/2018) malam dirinya masih menjabat sebagai ketua PAC Gerindra Kecamatan Lambuya. “Saya memang pernah ditelpon seseorang dan membahas tentang rencana pengunduran diri Ketua PAC. Namun itu hanya sebatas wacana saja, hanya isu. Karena sampai saat ini saya masih memakai atribut partai dan masih Ketua PAC Gerindra,” katanya.

Menurut mantas Kades Asaki ini, wacana pengunduran diri pengurus anak cabang itu berawal dari beredarnya isu bahwa Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Konawe, Wahyu bakal memecat beberapa Ketua PAC yang dianggap tidak loyal lagi terhadap keputusan partai.

Sementara Ketua PAC Abuki dan Anggotoa yang terkonfirmasi melalui via telpon juga membantah akan mundur sebagai Ketua PAC Partai Gerindra. Menurut mereka berdua, sampai saat inibelum ada rencana untuk hengkang dari partai berlambang kepala burung Garuda tersebut. (KS/Red)