Beranda Lainnya Lipsus Bakal Tenggelam, Projo Konawe Ingatkan Pemda Soal DD Tujuh Desa

Bakal Tenggelam, Projo Konawe Ingatkan Pemda Soal DD Tujuh Desa

205
Abiding Slamet
Abiding Slamet

UNAAHA, – Menanggapi pembangunan bendungan Pelosika, lembaga Projo Konawe punya pandangan berbeda. Projo lebih berfokus pada penggunaan dana desa (DD) atas tujuh desa yang akan terkena dampak penenggelaman. Olehnya, Projo mengingatkan Pemda Konawe terkait persoalan ini.

Projo meminta, Pemda Konawe melalui pihak terkait untuk bisa mengintervensi penggunaan DD terhadap tujuh desa yang akan ditenggelamkan. Intervensi yang dimaksud adalah bersifat positif.

Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumhan Rakyat (PU-PR) telah menyetujui pembangunan bendungan Pelosika pada tahun 2020 mendatang.

Kabid Hukum Projo Konawe, Abiding Slamet mengatakan, Pemda harus bisa membimbing para kepala desa di wilayah terdampak pembangunan Pelosika agar mengelola DD dengan tak berfokus pada bangunan fisik.

Sebab jika fokus pada pembangunan fisik, dipastikan akan menjadi sia-sia karena pada akhirnya akan ditenggelamkan. Untuk itu peran Pemda menjadi sentral disini.

“Kita inginkan agar DD di tahap III ini bisa digunakan dengan sesuai. Kalau kita hitung ada tujuh desa yang akan ditenggelamkan maka DD yang dikelola senilai Rp2,3 Miliar. Kalau ini dibangun fisik kemudian ditenggelamkan kan rugi. Makanya kita harap Pemda bisa menyadari itu,” kata Abiding, Kamis (1/8/2019).

Untuk itu kata dia, Pemda melalui camat ke desa-desa bisa segera menginisiasi penggunaan DD tahap III lebih baik dengan segera melakukan perubahan APBDes agar tak sia-sia.

Meski demikian, Projo berharap dana desa tersebut tetap masuk ke rekening desa. Namun, itu harus melalui musyawarah desa dan dana tersebut disimpan untuk sementara di rekening Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Nah pada saat tujuh desa ini direlokasi, kemudian disitulah dimusyawarahkan kembali apakah dana itu tetap digunakan di Bumdes ataukah dana ini kita gunakan untuk kegiatan-kegiatan lain yang disepakati oleh musyawarah desa,” ujarnya.

Untuk diketahui, tujuh desa yang bakal ditenggelamkan tersebut yakni desa Lalowata, Ambekairi Utama, Titioa, Wawolatoma, Latoma Jaya, Arombu Utama, kecamatan Latoma dan desa Asinua di kecamatan Asinua. (Red)