Beranda Ragam “Banyak Masalah, Keluarkan PT. TPM Dari Bumi Konawe”

“Banyak Masalah, Keluarkan PT. TPM Dari Bumi Konawe”

816

Kampung Konawe
Unaaha, – “Karena hanya mendatangkan masalah, lebih baik PT. Tani Prima Makmur (TPM) dikeluarkan saja dari bumi Konawe ini, karena sudah menimbulkan banyak kerugian masyarakat.” Kata salah seorang orator dalam aksinya, Hokeng.

Teriakan ini diserukan Hokeng saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, Senin, (10/7) tentang dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan PT. TPM di Desa Kukuluri, Kecamatan Anggotoa.

Aksi yang diikuti oleh puluhan orang itu, tergabung dalam Aliansi Suara Rakyat (Al-Surat). Mereka menyuarakan pengembalian lahan yang telah diserobot PT. TPM untuk lahan produksi mereka pada masyarakat Desa Kukuluri.

Dugaan penyerobotan lahan ini diperkuat dengan adanya Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dimiliki PT. TPM sebagai bukti kepemilikan lahan yang diklaim warga. Dasar ini pula, warga menilai adanya kongkalikong antar pemerintah setempat pihak perusahaan.

Sikap yang ditunjukkan perusahaan pun dinilai masyarakat sangat tidak bijak, sebab meski putusan pengadilan memenangkan masyarakat, tetapi perusahaan masih melakukan aktifitas dan ironisnya, pemerintah setempat, baik desa maupun kecamatan tak ambil pusing dengan persoalan itu.

Sikap arogansi yang ditunjukkan perusahaan pun dinilai keterlaluan, perusahaan bahkan membakar lahan milik masyarakat yang di dalamnya terdapat banyak tanaman produksi.

“Kalau persoalan ini tidak segera ditanggapi, maka kami akan mengambil tindakan melakukan pengusiran pada perusahaan dengan cara kami.” Kata Hokeng dalam orasinya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Konawe, Fraksi Partai NasDem, Fakhrudin yang menrima massa aksi menyatakan, akan menanggapi tuntutan masyarakat dan berjanji akan meninjau langsung lokasi yang dipermasalahkan.

“Dalam pekan ini, satu atau dua hari kita akan langsung turun tinjau. Sekalian akan kita adakan hearing dengan instansi terkait, masyarakat dan pihak PT. TPM.” Kata Fakhruddin.

Usai menggelar aksi di kantor DPRD Konawe, massa bergerak menuju Kantor Bupati Konawe. Disitu, massa menuntut Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengambil tindakan tegas dengan menghentikan aktivitas PT. TPM.

Khususnya di wilayah Aefe dan Poanaha yang menjadi lokasi penyerobotan perusahaan yang bergerak di bidang sawit itu. (KS/Red)