Beranda Kampung Sultra Berisiko, DPRD Konawe ‘Tolak’ Tetapkan APBD 2019

Berisiko, DPRD Konawe ‘Tolak’ Tetapkan APBD 2019

299
Suasana ruang rapat paripurna DPRD bersama Pemda Konawe untuk penetapan APBD Kabupaten Konawe Tahun 2019. Terlihat sepi akibat tidak dihadiri sejumlah anggota. Akibatnya, penetapan APBD batal dilakukan.

UNAAHA, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe batal menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe tahun 2019 menjadi Perda.

Hasil pantauan media ini, rapat paripurna penetapan APBD ini dipastikan batal dilaksanakan menyusul ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD, Senin (31/12/2019) malam.

Menurut informasi yang dihimpun dari sumber-sumber terpercaya, ketidakhadiran sejumlah anggota dewan ini merupakan bentuk penolakan mereka atas rencana penetapan APBD 2019.

Kepastian atas pembatalan pengesahan APBD ditandai dengan aksi pembubaran diri Ketua DPRD, H. Ardin dan Wakil Ketua I Rusdianto sekira pukul 23.00 Wita dari rencana awal paripurna pukul 21.00 Wita.

Penolakan ini dikatakan akibat tidak diserahkannya penjabaran rencana dan anggaran APBD atau biasa disebut buku II oleh pemerintah daerah ke DPRD hasil konsultasi dengan pemerintah provinsi.

Akibatnya pimpinan bersama fraksi menyatakan menolak dengan dalih tak ingin mengambil resiko dengan menetapkan APBD yang isinya tak diketahui mereka.

Dikhawatirkan dengan tidak diserahkannya penjabaran APBD, apa yang menjadi isi dari APBD 2019 tidak sesuai dengan apa yang dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD.

Untuk diketahui, hingga pukul 23:00 Wita, hanya 10 orang anggota dewan yang hadir. Mereka adalah Ketua DPRD bersama Wakil Ketua I, H. Husniah Makati, (PAN), Al Ma’ruf (PAN), Marsudin (PAN), Nazaruddin (PAN), H. Ginal Sambari (Golkar), Kadek Rai Sudiani (Gerindra), H. Mustakim (Demokrat) dan Samsuddin (PBB).

Sebagai informasi, sejak pembatalan penetapan APBD semalam, belum ada pihak yang ingin memberikan keterangan lebih lanjut terkait persoalan tersebut. (Red)