Beranda Lainnya Lipsus Bupati Konawe Bentuk Tim Yustisi Penegakan Perbub Nomor 46 tentang Protokol Kesehatan

Bupati Konawe Bentuk Tim Yustisi Penegakan Perbub Nomor 46 tentang Protokol Kesehatan

92
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat memasang tanda penegak disiplin kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Konawe, Herianto Wahab.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat memasang tanda penegak disiplin kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Konawe, Herianto Wahab.

UNAAHA, – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa melepas tim gabungan operasi yustisi Satpol PP, Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan, Senin (12/10/2020). Tim gabungan ini bertugas menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 46 Tahun 2020.

Upacara yang dipimpin Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa di halaman Kantor Bupati Konawe dihadiri Sekda Konawe DR Ferdinand Sapan, Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto S.IK, Komandan Koramil Unaaha Inf. Jufri, Kasatpol PP Herianto Wahab, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di Kabupaten Konawe.

Dalam sambutannya, Kery mengatakan, Pemda Konawe akan melaksanakan operasi yustisi terpadu sesuai intruksi Presiden RI Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Virus Corona (Covid-19).

Bupati Konawe juga sebelumnya telah mengeluarkan Perbup Nomor 46 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Virus Corona.

“Saya harapkan kepada OPD yang diberikan kepercayaan agar dapat melaksanakan dengan penuh tanggung jawab, apalagi kegiatan ini melibatkan institusi eksternal yakni Kepolisian dan TNI,” kata Kery.

Rapat Pelepasan Tim Yustisi Penegakan Perbub Nomor 46 tentang Protokol Kesehatan di wilayah Kabupaten Konawe.

Kegiatan Operasi Yustisi terpadu yang akan akan dilaksanakan selama satu bulan dan dimulai Senin 12 Oktober 2020.

Saat di temui awak media, Kery menuturkan bahwa penaggulangan Covid -19 di Konawe sebenarnya sudah cukup bagus, namun masyarakat terlena sehingga mereka kembali dengan aktivitas seperti biasa tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Penyebaran Covid-19 di Konawe bertambah saat salah satu warga Kecamatan Unaaha yang meninggal dunia tanpa ada penanganan protokol kesehatan dari rumah sakit yang sebelumnya merawat warga tesebut.

Warga tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 saat selesai dimakamkan, dan warga yang melayat tidak memperhatikan protokol kesehatan sehingga ada beberapa warga yang terpapar dan menjadi klaster baru di Konawe.

“Dengan begitu kita dapat mengurangi bahkan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Konawe,” Jelasnya.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat mengecek kesiapan tim yustisi.

Terkait sanksi yang akan diberikan masyarakat yang melanggar Perbub tersebut, Kery mengatakan masyarakat hanya akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya protokol kesehatan serta disuruh mengucapkan Pancasila.

Kery juga mengungkapkan untuk Rumah Sakit Umum (RSU) Covid-19 di konawe telah menampung 53 pasien yang terkonfirmasi positif dan ruang perawaran sudah full.

Untuk sementara RSU Covid-19 Konawe tidak menerima pasien dari luar daerah.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan Pemda Konawe terhadap pengalih fungsian GOR menjadi ruang perawatan pasien Covid-19 masih dalam proses persiapan yakni menyiapkan fasilitas kamar istrahat pasien dan perawat, air bersih, penerangan (lampu) dan alat kesehatan. (*)