Beranda Lainnya Sosbud Bupati Kukuhkan Pimpinan Baznas Konawe

Bupati Kukuhkan Pimpinan Baznas Konawe

91
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat menyampaikan sambutan usai pengukuhan pimpinan Baznas Konawe periode 2019-2024.
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat menyampaikan sambutan usai pengukuhan pimpinan Baznas Konawe periode 2019-2024.

UNAAHA, – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, Rabu (4/9/2019) mengukuhkan lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Konawe periode 2019-2024 di Aula kantor Bupati Konawe.

Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 415 tahun 2019 tertanggal 20 Juni. Adapun nama-nama yang dikukuhkan yakni, Bastaman Djasrun sebagai ketua, Yakub Akbar Moita sebagi wakil ketua I, Marudin wakil ketua II, Abd. Salam Toraha wakil ketua III dan H. Abd. Malik wakil ketua IV.

Bupati Konawe dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepala pimpinan Baznas yang baru saja dikukuhkan agar bisa proaktif menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan bersinergi sehingga dapat berfungsi sebagaimana harapan pemerintah untuk dapat ikut serta mengentaskan kemiskinan.

“Dalam pendayagunaan zakat, infaq dan shadaqah diharapkan kepada jajaran pengurus baznas untuk mengedepankan prinsip pemerataan dan keadilan dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas ummat, sehingga dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan di kabupaten Konawe,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh pimpinan SKPD untuk bisa menjadi pelopor sekaligus berperan aktif mengkoordinir dan mengumpulkan zakat, infaq dan shadaqah bagi karyawan di SKPD masing-masing.

“Butuh kerja keras dan kerjasama semua pihak, maka kami mengharapkan agar baznas juga terlibat dalam pengentasan kemiskinan di kabupaten Konawe, dengan potensi besar yang miliki Baznas serta ikut andilnya semua pihak dalam mengentaskan kemiskinan, niscaya jumlah warga miskin akan berkurang. Mengurangi jumlah warga miskin satu persen saja dari jumlah penduduk itu bukan hal yang ringan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, sudah ada proyeksi khusus untuk pemanfaatan zakat ini, selain penangulangan kemiskinan yakni untuk pembangunan rumah ibadah dan memakmurkan masyarakat itu sendiri.

Pengambilan sumpah dalam rangkaian pengukuhan pimpinan Baznas Konawe periode 2019-2024
Pengambilan sumpah dalam rangkaian pengukuhan pimpinan Baznas Konawe periode 2019-2024

Rencananya, terang dia, setiap daerah akan dilihat penyerapan zakatnya untuk kemudian dikembalikan ke daerah itu sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan wilayah itu.

“Nanti hasil pengumpulan zakat akan dihitung untk kita kembalikan lagi ke mereka, misalnya di satu kecamatan berapa hasil penarikannya lalu kita kembalikan ke mereka. Nanti bentuknya dalam bentuk apa itu disesuaikan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Sultra, Andi Muhammad Hasbi Said mengatakan, potensi zakat di Konawe cukup besar mencapai Rp600 juta pertahunnya. Potensi ini bersumber dari aparatur sipil negara (ASN), pengusaha dan wiraswasta yang masuk dalam wajib pajak.

Dengan adanya Baznas, potensi yang diperhitungkan sebagai pendapatan yang bisa membantu Pemda Konwe dalam penanganan kemiskinan bisa terwujud, karena hanya Baznas yang dapat menjangkau penerimaan dari sumber-sumber disebutkan.

Ia menghimbau, para pimpinan baru ini bisa menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diemban. Sebab pengelolaan zakat tak seperti mengelola dana lainnya, sebab ini merupakan dana umat yang disetorkan berdasarkan kepercayaan terhadap lembaga Baznas.

Pengukuhan pimpinan Baznas Konawe
Pengukuhan pimpinan Baznas Konawe

“Perlu diingat untuk tidak bermain-main dengan dana ini, sebab ini adalah dana umat. Kehadiran Bupati sebagai yang mengukuhkan turut menjadi cambuk bagi kita karena Bupati inginkan agar dana ini dikelola dengan sebenar-benarnya,” ucapnya.

Kehadiran Baznas di Konawe dijelaskan Hasbi, sebagai perpanjangan tangan Pemda dalam menyalurkan bantuan yang bersifat sosial. Sebab, pengelolaan Bansos kini banyak yang tak dapat dijangkau Pemda, makanya Baznas hadir sebagai lembaga yang dapat membantu Pemda dari sisi itu.

Hasbi pun menginstruksikan agar hal pertama yang harus dilakukan para pimpinan baru ini adalah memperkuat kinerja kelembagaan dengan segera membentuk kepengurusan di tingkat bawah misal pengurus kecamatan dan kelurahan/desa.

“Pemda adalah orang tua Baznas jadi, para pimpinan ini untuk selalu menurut kata Pemda. Tanyakan apa yang menjadi kebutuhan dan lakukan apa yang menjadi permintaan Pemda,” ujarnya. (Red)