Beranda Lainnya Lipsus Cerita Kery-Gusli Tangani Korban Banjir, Tenda Pengungsian Jadi ‘Rumah’ Mereka

Cerita Kery-Gusli Tangani Korban Banjir, Tenda Pengungsian Jadi ‘Rumah’ Mereka

278
Kolase foto Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat meninjau kondisi banjir di wilayah Kecamatan Pondidaha (atas) dan Wakil Bupati, Gusli Topan Sabara saat hendak pendistribusian logistik di Kantor BPBD Konawe (bawah). (Sumber Foto: Istimewa)

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Konawe beberapa waktu terakhir melahirkan simpati banyak orang. Tak hanya di Konawe, simpati berdatangan dari beberapa daerah di Sultra hingga di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

Segala upaya dilakukan, tak hanya pemerintah sejumlah lembaga swasta, hingga organisasi ikut terjun membantu penanganan para korban banjir yang melanda beberapa wilayah itu.

Dari beberapa unsur, elemen dan pihak yang terlibat dalam penanganan para korban, ada dua sosok yang paling menjadi sorotan, yakni Bupati dan Wakil Bupati, Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara.

Keduanya menjadi sorotan karena merupakan orang yang paling punya peran dalam masalah ini. Sosok yang punya tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan ini, sebagai pemegang kekuasaan dan kebijakan di lingkup pemerintahan.

Tak dapat dipungkiri, di awal terjadinya bencana, ada saja pihak yang meragukan keduanya. Apalagi keduanya baru menjabat 9 bulan lamanya terhitung 24 September 2018. Cukup muda untuk menunjukkan kemampuan mereka menangani masalah yang terbilang besar ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya akhirnya mematahkan seluruh anggapan itu. Mereka perlahan memperlihatkan bahwa bencana yang menimpah Konawe lebih terasa menyakitkan bagi keduanya.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat meninjau banjir di Kecamatan Pondidaha. (Sumber Foto : Istimewa)

Tak sekedar menunjukkan kepedulian mereka lewat ucapan, tindakan nyata mereka lakukan, dari mengeluarkan kebijakan penanganan hingga turun langsung di lapangan membantu para korban banjir.

Saking intensnya mendatangi tenda-tenda pengungsian, sepertinya tak ada lagi tempat banjir yang belum mereka datangi. Seakan tenda pengungsian sudah menjadi rumah mereka yang wajib untuk didatangi.

Selayaknya rumah, di tenda pengungsian mereka tak hanya mengunjungi, disana mereka membaur dan turut merasakan apa yang dirasakan para korban banjir.

Cerita lainnya, kedua pasangan ini rela menembus fajar untuk membantu para korban yang rumahnya terendam air. Bahkan daerah yang terisolir jugapun tak luput disambanginya.

Tak hanya itu, kedua pasangan ini bahkan menginstrusikan agar semua aparat pemerintah untuk terjun langsung berpartisipasi membantu warga yang berada di tenda-tenda pengungsian.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara meninjau salah satu titik banjir di Kecamatan Pondidaha.

Untuk maksimalnya, keduanya memang tak selalu bersama, mereka membagi tugas dan tempat saat menyambangi para pengungsi.

Cerita lainnya lagi, kehadiran keduanya di tenda-tenda pengungsian begitu sederhana, seperti Bupati Kery yang beberapa kali terlihat sedang berada dilokasi banjir hanya memakai pakaian seadanya.

Tak jarang keduanya harus rela menembus derasnya hujan saat mendatangi para pengungsi atau saat pendistribusian logistik kepada para korban banjir.

Begitulah cerita keduanya saat turun melihat kondisi warga terkena banjir, rela menjadikan tenda pengungsian sebagai rumah mereka. (*)