Beranda Lainnya Lipsus Curhat Pedagang di Kawasan PT VDNI Pascademo Berujung Ricuh

Curhat Pedagang di Kawasan PT VDNI Pascademo Berujung Ricuh

626
Aktivitas pasar di Kawasan Industri PT Virtue Dragon Nickel Industry Morosi sebelum aksi demo berujung ricuh. (Ist)
Aktivitas pasar di Kawasan Industri PT Virtue Dragon Nickel Industry Morosi sebelum aksi demo berujung ricuh. (Ist)

UNAAHA, – Aksi demonstrasi berujung kericuhan yang dilakukan salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) kembali terjadi di kawasan industri PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi, Senin (5/4/2021). Kejadian serupa pernah terjadi tepatnya Desember 2020 lalu.

Demo berujung ricuh ini mengakibatkan aktivitas masyarakat di sekitar area perusahaan, yang menjadi tempat terjadinya kericuhan menjadi terhenti. Meski sudah kondusif, masyarakat belum berani beraktivitas secara normal khususnya para pedagang.

Andi salah seorang pedagang yang berjualan tidak jauh dari PT VDNI terpaksa tidak membuka lapaknya karena takut dengan aksi demonstrasi yang mulai memanas. Dirinya pun terpaksa tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya akibat insiden tersebut.

“Pas ribut-ribut tadi saya dan beberapa teman harus tutup kios, yah terpaksa tidak jualan dulu. Kita harapannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ucap Andi.

Andi berharap, pemerintah dan aparat keamanan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Apalagi imbas aksi berujung ricuh yang terjadi dinilai sangat merugikan masyarakat khususnya para masyarakat pedagang kecil.

“Kalau ada seperti ini kami mau bilang apa lagi. Kami pedagang kecil hanya bisa bersabar dan keterbukaan hati pemerintah dan kepolisian agar kegiatan ini tak terulang. Karena bila ini terus terjadi kami tidak bisa mencari nafkah lagi karena hidup kami tergantung dari usaha kami ini,” katanya.

Hal lain disampaikan Murdin, warga Desa Purui, Kecamatan Morosi yang memiliki kios sembako di dekat Pabrik PT VDNI. Ia meminta kebesaran hari para Ormas yang akan melakukan aksi agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kalau demo baru ribut terus, kita ini kasihan pedagang mau makan apa. Kami bergantungkan hidup dijualan kami ini, kalau ada keributan akibat demo, mau tidak mau pasti kita akan tutup kios. Kalau kita tutup kios otomatis penghasilan kita tidak ada, keluarga kami mau makan apa?” ucap Murdin.

Seorang pedagang nasi kuning, juga mengeluhkan imbas demonstrasi. Ia mengaku terpaksa harus merugi ratusan ribu. Pasalnya dihari biasa nasi kuning terjual hingga puluhan bungkus kini hanya laku sekitar lima bungkus saja, akibat aksi demo yang berujung bentrok tersebut.

“Tidak laku mi Nasi Kuningku, bagaimana mau laku tidak ada mi yang mau beli karena takut. Saya juga terpaksa bawa pulang semua itu jualanku dirumah untuk dimakan saja,” katanya.

“Kami masyarakat kecil hanya berharap pendapatan dari jualan nasi kuning saja tapi kalau bigini kita hanya bisa bersabar dan meminta perhatian dari Polisi supaya jangan mi ada lagi ribu-ribut kesihan,” imbuhnya. (*)