Beranda Lainnya Lipsus Demo di PT. Tiran Indonesia, Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan pada Pendemo

Demo di PT. Tiran Indonesia, Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan pada Pendemo

122
Kapolres Konawe Utara, AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K (tengah) beserta jajarannya saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Konawe Utara bersama Koordinator Lapangan (Korlap) unjukrasa, Mustaman, Kepala Desa Tambakua, satu satu pelaku kericuhan, dan perwakilan PT. Tiran Indonesia.
Kapolres Konawe Utara, AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K (tengah) beserta jajarannya saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Konawe Utara bersama Koordinator Lapangan (Korlap) unjukrasa, Mustaman, Kepala Desa Tambakua, satu satu pelaku kericuhan, dan perwakilan PT. Tiran Indonesia.

UNAAHA, – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Konawe Utara memastikan tidak ada aksi kekerasan saat penanganan aksi demonstrasi yang terjadi di kawasan PT Tiran Indonesia di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut) oleh forum mahasiswa Landawe beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Konawe Utara, AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Konawe Utara bersama Koordinator Lapangan (Korlap) unjukrasa, Mustaman, Kepala Desa Tambakua, satu satu pelaku kericuhan, dan perwakilan PT. Tiran Indonesia.

Menurut AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K, tindakan kepolisian saat aksi yang berujung penangkapan terhadap 13 orang itu dipastikan telah dilakukan sesuai prosedur.

Pernyataan ini pun didukung Koordinator Lapangan (Korlap) unjukrasa, Mustaman yang mengakui ada kekeliruan yang dilakukan massa aksi yang memaksa aparat kepolisian bertindak tegas saat itu.

Dalam pernyataannya, Mustaman memohon maaf atas insiden kericuhan berujung pembakaran yang terjadi saat aksi unjukrasa digelar di jalan hauling milik PT. Tiran Indonesia itu.

“Atas peristiwa demonstrasi yang terjadi Jumat lalu, kami meminta maaf kepada PT. Tiran dan juga kepada Kepolisian Resort Konawe Utara,” ucap Mustaman, Senin (26/4/2021).

Sementara itu, Halido salah pelaku pembakaran yang dihadirkan dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa ada kekeliruan informasi yang terjadi atas aksi unjukrasa yang terjadi. Salah satunya mengenai dirinya yang dalam beberapa rekaman vidio mendapat kekerasan dari aparat kepolisian.

Halido menegaskan itu tidak benar. Ia menerangkan kondisi saat itu ia melakukan perlawanan saat hendak diamankan usai melakukan tindakan anarkis, sehingga aparat mengambil tindakan tegas dan dirinya kelihatan seperti sedang mengalami kekerasan.

“Yang benar adalah saat itu saya berontak karena tidak mau ditangkap. Saya tidak diseret Polisi tapi saya sengaja berbaring agar sulit diamankan,” ujarnya.

Diakhir, AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K menjelaskan 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu tidak lakukan penahanan karena mendapat jamin dari salah satu anggota DPRD Konawe Utara, Herman dan Kepala Desa Tambakua.

“Semuanya langsung dilepaskan, dan meminta kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K.

Meski telah tersangka, AKBP Achmad Fathul Ulum, S.I.K memastikan masih dimungkinkan penyidikian untuk dilanjutkan jika pihak PT. Tiran Indonesia bersedia menempuh jalur penyelesaian kekeluargaan.

Sementara itu, PT Tiran Indonesia yang diwakili Dept Head HR & GA, Edi Iswandi mengatakan masih menunggu instruksi manajemen tertinggi PT Tiran Indonesia mengenail penyelesaian kasus ini.

“Karena ini bukan kewenangan kami jadi kami masih menunggu sika pimpinan,” ucap Edi Iswandi. (Red)