Beranda Lainnya Lipsus Dialog Interaktif Mahasiswa Menyikapi Penyebaran Berita Hoax

Dialog Interaktif Mahasiswa Menyikapi Penyebaran Berita Hoax

132
Dialog interaktif mahasiswa bersama KPU Konawe dalam menyikapi penyebaran berita hoax.

UNAAHA, – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pelajar Anti Hoax menggelar dialog interaktif tentang Peran Mahasiswa Dalam Menyikapi Penyebaran Berita Hoax.

Kegiatan tersebut berlangsung di Alika Coffe, Kecamatan Unaaha, Selasa (29/1/2019), dengan menghadirkan langsung Komisioner KPU Konawe, Andang Masnur dan Muh. Kahfi Zurrahman.

Kedua komisioner ini hadir sebagai narasumber ditemani Kaurbin Intelkam Polres Konawe, Ipda Nuryoko, Aktivis Pemuda, Ilham dan perwakilan pers, Restu.

Dalam pemaparannya, Komisioner KPU Konawe, Andang Masnur menyampaikan tentang bahaya penyebaran hoax.

Termaksud bagaimana peran seluruh elemen tentang pentingnya menangkal berita hoax, terutama memasuki tahun politik di Tahun 2019 yang kian merebak.

“Hoax adalah sesuatu yang tidak ada baiknya sedikitpun. Karena berpotensi menimbulkan kebencian dengan potensi penyebaran di media sosial. Olehnya perlu bekerja sama menangkal itu,” ujarnya.

Hal lainnya disampaikan Muhammad Kahfi Zurrahman, bahwa peran menangkal hoax dimulai dari kesadaran untuk bisa mengidentifikasi setiap informasi yang didapatkan.

“Pentingnya kita memferivikasi berita sebelum dibagikan ke media sosial masing masing, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain lain agar tidak ikut menjadi penyebar,” ujar Kahfi.

Senada dengan itu, mewakili pers, Restu memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang ciri ciri berita hoax. Antara lain terkait apa nama media pemberitaannya, narasumber beritanya siapa, dan lain sebagainya.

Sedangkan Ilham menjelaskan bahwa pemuda harus menjadi pionir dan garda terdepan. Bukan hanya menangkal hoax, namun mengajak kalangan muda lainnya untuk menjadi pencetus kebenaran.

“Jangan sampai informasi yang disebar dapat menjerumuskan kita dalam ruang lingkup tindak pidana. Makanya mari kita hindari hoax,” himbaunya. (Red)