Beranda Kampung Hukrim Diduga Cemburu, Anggota DPRD Ini Aniaya Wanita Simpanannya

Diduga Cemburu, Anggota DPRD Ini Aniaya Wanita Simpanannya

3076
Ferliana Yuniar bersama keluarganya saat hendak melaporkan Sujono atas dugaan tindakan kekerasan di Mapolsek Mandonga.

KENDARI, – Salah seorang anggota DPRD di Kabupaten Buton Utara, Sujono (38) dilaporkan oleh salah seorang wanita atas tudingan penganiayayan. Diduga wanita yang melaporkannya ini adalah wanita simpanan sang dewan.

Adalah Ferliana Yuniar (22) seorang mahasiswi di salah perguruan tinggi dalam kota Kendari, yang melaporkan adanya kekerasan fisik yang dialaminya. Minggu (6/5/2018) kemarin, bersama sejumlah anggota keluarga dan juga rekanya, korban mendatangi kantor Polsek Mandonga untuk melaporkan perilaku Sujono.

Wanita muda berparas menawan ini mengaku menjadi korban tindakan kekerasan. Penuturan Korban, ia dianiaya di sekitaran jalan Wayong pada salah satu rumah teman korban saat sedang beristirahat.

Diketahui pelaku dan korban ini masih ada pertalian darah berupa hubungan sepupu. Namun diduga pelaku telah berupaya mendekati korban sejak korban tamat sekolah menengah atas dengan merayu agar korban melanjutkan kuliah di Kendari .

Kerabat korban, Saefudin mengungkapkan kejadian ini sebenarnya telah diupayakan​ diselesaikan dengan cara kekeluargaan namun korban selama ini sering mendapat pengancaman dari pelaku.

Diduga tindakan kekerasan yang dilakukan anggota dewan ini karena cemburu. Sebab korban yang selama ini diketahui dibiayai pelaku memiliki pacar. Dugaan ini menguat karena pihak Polsek Mandonga juga menerima laporan penipuan yang dilaporkan oleh Sujono kepada Ferliana Yuniar.

Kapolsek Mandonga, AKP Kasman mengungkapkan, sebelum korban melapor, Sujona telah datang membuat laporan penipuan dengan kisaran kerugian sekitar Rp50 juta. Uang ini diberikan sejak tahun 2014 lalu baik berupa tunai, transferan dan juga pembelian kendaraan roda dua.

Demikian keterangan ini dibantah pihak keluarga Ferliana Yuniar, karena selama kuliah di Kendari, keterangan keluarga, korban masih dibiayai oleh orang tua korban. (Eko)