Beranda Lainnya Lipsus Dinas P3A : Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Konawe Menurun

Dinas P3A : Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Konawe Menurun

57
Kepala Dinas DP3A Konawe, Cici Ita Ristianty (tengah) dalam acara rapat evaluasi bersama Forum Pastisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Sultra.

UNAAHA – Upaya pemerintah daerah Kabupaten Konawe dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) diklaim berhasil.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas DP3A Konawe, Cici Ita Ristianty dalam acara rapat evaluasi bersama Forum Pastisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Sultra Kamis (31/1/2019).

Menurutnya, tren kekerasan terhadap perempuan dan anak ditahun 2018 menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017.

Tahun 2017, Konawe menjadi daerah penyumbang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di-17 kabupaten/kota se-Sultra. Jumlahnya mencapai 79 kasus.

“Sementara tahun 2018, terjadi penurunan yang cukup signifikan. Jumlah kasusnya menjadi 34 kasus saja,” katanya.

“Penurunan ini sekaligus membuat Konawe keluar dari posisi terpuncak dalam hal kasus kekerasan perempuan dan anak,” imbuhnya.

Penurunan angka kekerasan ini dianggap Cici sebagai sebuah prestasi, dengan kondisi Konawe yang pernah menjadi ‘penyumbang’ kasus kekerasan terbanyak.

Pencapaian ini sendiri disampaikannya tak lepas dari kerja Dinas P3A dalam mencapai misi mereka melalui sosialisasi yang terstruktur dan tertaget.

“Harapannya dengan angka yang sudah kecil ini, tahun 2019 ini bisa ditekan ke angka yang lebih kecil lagi,” ujarnya.

Selain soal penurunan trend kekerasan, Cici mengungkapkan ada program lainnya yang diberi nama Program Kampung Sinergi untuk Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak di Kabupaten Konawe yang nantinya akan segera dilaunching.

Program ini melibatkan sejumlah unsur yang selama ini terlibat dalam kegiatan Puspa di Konawe. Mereka adalah perwakilan dari Kecamatan, organisasi perempuan, siswa dan media.

Dengan adanya progran ini, masyarakat sudah bisa tahu di mana tempat ia akan melapor dan siapa nanti yang akan memberikan pendampingan advokasi.

“Program kampung sinergi juga akan memberikan program penguatan ekonomi kepada kaum perempuan,” ujarnya.

Di tempat yang sama Ketua Forum Puspa Sultra, Hasmida Karim menuturkan, Puspa hadir sebagai mitra stretegis pemerintah. Puspa turut andil dalam menyukseskan program Three Ends dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Program Three Ends sendiri, yakni program yang mencanangkan untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mengakhiri tindak perdagangan manusia. Serta mengakhiri kesenjangan ekonomi kaum perempuan.

“Saya berharap ke depanya masih diberi kesempatan dari kementerian untuk bisa bekerja sama di Konawe,” pungkasnya. (Red)