Beranda Kampung Politik Disoroti Negatif Sesama Rekan Dewan, Rusdianto Sesalkan Pernyataan Wakil Ketua I: Jangan...

Disoroti Negatif Sesama Rekan Dewan, Rusdianto Sesalkan Pernyataan Wakil Ketua I: Jangan Asal Bunyi Saja

734
Wakil Ketua II DPRD Konawe sekaligus Ketua DPC PDI-P Kabupaten Konawe, Rusdianto

UNAAHA, – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Konawe, Rusdianto mengaku kaget mendapat komentar balik dari rekan sejawat yang notabene sama-sama unsur pimpinan DPRD Konawe. Pernyataan untuknya itu dilontarkan melalui pernyataan terbuka lewat salah satu media, Sabtu (1/8/2020).

Sebelumnya, Rusdianto menanggapi statemen Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara yang menyinggung tentang sinergitas eksekutif dan legislatif. Menurut Rusdianto, permasalahan internal partai jangan libatkan lembaga, itu tidak profesional.

Namun, pernyataan itu malah ditanggapi negatif oleh rekannya, Wakil Ketua I DPRD Kadek Rai Sudiani. Dalam pernyataannya, politisi parai Gerindra ini menganggap Rusdianto terlalu jauh mencampuri internal partai PAN hingga melibatkan kelembagaan.

Menanggapi pernyataan itu, Rusdianto menyatakan, untuk mengingatkan agar Kadek Rai Sudiani baiknya membaca, mencerna dan memaknai pernyataan seseorang lebih dahulu sebelum mengeluarkan pernyataan. Sehingga pernyataan yang dikeluarkan tidak asal bunyi saja.

“Sebagai pimpinan, jangan menujukkan kelemahan diri sendirilah,” kata Rusdianto, Sabtu (1/8/2020).

Politisi muda ini kembali meluruskan, pada pernyataan sebelumnya, ia bukannya menanggapi terkait rencana pergantian Ketua DPRD. Karena ia paham tentang bagaimana berorganisasi.

Namun, kata dia karena Gusli menyinggung masalah sinergitas antara eksekutif dan legislatif (Pemerintah Daerah dan DPRD) maka sebagai unsur pimpinan ia ingin meluruskan persoalan tersebut.

“Apa yang salah dari statemen saya di situ. Saya berbicara atas izin pimpinan (Ketua DPRD) dan ini yang bicara adalah lembaga DPRD,” ujarnya.

Rusdianto lalu mengingatkan, pihak-pihak mana saja yang akan berkomentar atas sesuatu agar lebih memahami dahulu maksud dan tujuannya, tidak asal bunyi yang malah berefek pada penilaian orang atas kemampuan diri dalam menilai masalah.

“Berita dibaca dari awal, siapa yang membuat pernyataan dan siapa yang menanggapi, supaya jelas. Yang bawa-bawa lembaga ya Gusli, saya meluruskan. Tapi oleh Kadek malah dibalik, kan aneh asal bunyi saja,” ucapnya. (Red)