Beranda Lainnya Advertorial DPRD Konawe Sambangi Warga Anoa Korban Air Tergenang

DPRD Konawe Sambangi Warga Anoa Korban Air Tergenang

402
Anggota DPRD Konawe saat menyambangi Jalan Anoa
Anggota DPRD Konawe saat menyambangi Jalan Anoa

PARIWARA

Usai menerima laporan pasti soal korban genangan air, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) turun langsung meninjau jalan Anoa, Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha yang diketahui terendam air paling parah di wilayah kota Unaaha, Senin (15/5) tadi.

Perwakilan DPRD Konawe hadir Wakil Ketua II, H. Alaudin, SH, diikuti Hj. Nur Ilmi, SE,  Drs. H. Karim Dama dan Drs.Malik Pagala. Keempat wakil rakyat ini merupakan utusan Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Sementara itu, Pemda Konawe diwakili oleh Kadis PU dan Tata Ruang Ir. Muh. Syahrullah Saranani, MT bersama dengan Staf Cipta Karya.

Dalam kunjungan mereka, dilakukan bincang dengan perwakilan warga untuk menyelesaikan masalah yang diketahui selalu menghantui warga saat musim penghujan tiba. Setelah melakukan pengamatan secara seksama, DPRD bersama pemerintah daerah bersepakat untuk segera mengambil langkah- langkah guna menanggulangi hal tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Konawe, Alaudin mengatakan, kunjungan kerja oleh DPRD Konawe bersama Dinas PU  ini merupakan bentuk respon mereka terhadap aspirasi warga. Mengingat mereka punya tanggung jawab untuk memperhatikan wilayah Dapil mereka.

Alaudin berjanji, akan memprioritaskan masalah ini dalam pembahasan anggaran nantinya bersama dengan teman satu Dapilnya. Menurutnya, solusi yang terbaik yang dihadirkan adalah memperbaiki jaringan drainase di wilayah tersebut sehingga kejadian serupa tak terjadi lagi.

”Mekanisme penganggaran kita kan sudah jelas, bahwa kegiatan yang belum ada anggarannya dicantumkan atau dimuat perubahan. Jadi dalam perubahan nanti mudah-mudahan sisa tender yang terkumpul, sisa tender itulah yang akan kami gunakan.” terangnya.

Menurut Ketua DPD Partai Bulan Bintang Konawe ini, apabila anggaran yang akan digunakan diatas 200 juta rupiah, maka tentu akan melalui proses tender, dan harus menunggu anggaran baru. Namun dirinya menegaskan, akan memperjuangkan agar proses pembuatan drainase di wilayah itu bisa dikerjakan tahun ini.

”Kalau seandainya ini masuk dalam kontigensi maka kita akan spot-spot, supaya tidak menggunakan dana yang besar. Jalan Anoa – Arombu satu paket dan Arombu ke sananya juga satu paket. Jadi kalau anggarannya mencapai 600juta rupiah maka dijadikan tiga paket kegiatan supaya bisa terselesaikan atau dimasukan dalam perubahan anggaran,” jelasnya.

Ia meyakini dengan langkah tersebut, daerah yang selama ini menjadi langganan banjir akan segera teratasi dalam tahun ini. Menurutnya hal ini sudah tidak bisa dibiarkan, pemerintah bersama DPRD harus segera turun tangan.

“Saya sangat yakin tahun ini selesai, ini tergantung teman-teman di pemerintah daerah juga. Kalau dia support kita, bahwa sisa anggaran, sisa tender nantinya jangan dilarikan kemana-mana dulu, dikumpul dan dibicarakan bersama-sama.” tandas Alaudin.

Alaudin kembali menegaskan bahwa, jalan Anoa yang selama ini menjadi langganan banjir akan menjadi skala prioritas. Ia akan berbuat semaksimal mungkin untuk menggolkan pekerjaan drainase itu sehingga warga setempat tidak akan mengeluh lagi dengan permaslahan yang sama.

”Ini berada dalam kota kita, identitas kita punya wilayah itu ada dalam kota. Kita dalam kota saja begini bagaimana penilaian masyarakat terhadap pembangunan di Konawe. Jadi Insya Allah saya sangat yakin bahwa ini melalui Bupati, Wakil Bupati, teman-teman di DPRD, dinas tekhnis akan sungguh-sungguh memperhatikan kawasan yang sudah menjadi langganan banjir dalam kota ini,” tegasnya.

Sementara itu, Syahrullah Saranani mengatakan, untuk sementara, pihaknya akan  menurunkan tim guna mengurangi debit air lebih dulu, baru setelah itu akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

”Akan kita carikan solusi, kemungkinan akan kita buatkan pembuangan, namun jika secara teknis tidak memungkinkan maka terpaksa kita ambil tindakan lain, tentu agar cepat ada solusi yang ditawarkan.” kata ISyahrullah.

Menurut Syahrullah, pihaknya akan memprioritaskan pembenahan wilayah yang masuk dalam kota Unaaha itu, namun tentunya dirinya berharap agar DPRD ikut mendukung niat mereka, sebab secara teknis DPRD adalah penentu anggaran guna mewujudkan niat mereka. (**)