Beranda Kampung Sultra Empat Fakta Kerusuhan Unjukrasa di PT VDNI Menurut Polres Konawe

Empat Fakta Kerusuhan Unjukrasa di PT VDNI Menurut Polres Konawe

1230
Kapolres Konawe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudi Kristanto, SIK saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Konawe, Kamis (17/12/2020).

UNAAHA, – Kepolisian Resort Konawe (Polres) Konawe mengungkap kronologis kerusuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi di PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) yang terjadi beberapa waktu lalu. Kerusuhan ini menyeret lima koordinator lapangan aksi yang diindikasi sebagai dalang kerusuhan jadi tersangka.

Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto, SIK dalam keterangan persnya, Kamis (17/12/2020) menerangkan beberapa fakta yang terjadi saat kerusuhan terjadi.

1. Kronologis

Aksi unjukrasa berujung kerusuhan terjadi dipicu tidak adanya titik temu antar pihak massa unjukrasa dan manjemen perusahaan. Awalnya, massa aksi meminta mediasi dengan pihak perusahaan namun tidak disahuti.

Merasa tidak dihiraukan, kemudian massa kembali berunjuk di depan area perusahaan hingga akhirnya aksi berujung bentrok dan menjadi tidak terkendali.

Akibatnya sejumlah fasilitas milik perusahaan dirusak, seperti kendaraan, alat berat, bangunan dan fasilitas operasional lainnya.

2. TKA Dipersenjatai

Beredar gambar disejumlah media sosial bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) dipersenjatai oleh pihak perusahaan yang diduga untuk menyerang massa aksi.

AKBP Yudi Kristanto membenarkan adanya alat yang dipegang para TKA saat kerusuhan namun tidak benar hal tersebut digunakan untuk menyerang pengunjukrasa. Kata dia, ini juga dipicu kesalapahaman.

Awalnya, saat massa aksi telah ditenangkan Bupati Konawe, beberapa orang memasuki area perusahaan hingga sampai di mess para TKA sehingga dianggap sebagian orang sebagai aksi penyerangan massa aksi ke dalam perusahaan.

“Padahal menurut asumsi saya pribadi, kami juga belum tahu pasti. Mereka masuk mencari air minum. Dikiranya mereka menyerang,” ucapnya.

Sehingga alasan para TKA seperti viral di beberapa media sosial adalah untuk perlindungan diri karena isu penyerangan.

“Itu perlidungan diri, tidak diserang. Jadi jangan miskomunikasi mereka siap untuk balas,” kata AKBP Yudi.

Ditegaskannya juga, saat aksi hingga kerusuhan terjadi para TKA berada di dalam perusahaan.

3. Korban Jiwa

AKBP Yudi melaporkan tidak ada korban jiwa sama sekali baik massa aksi maupun manajemen perusahaan dalam kerusahan itu, namun ia mengakui ada beberapa orang yang mengalami luka-luka.

Menurut data ada dua orang yang mengalami luka-luka yang merupakan TKA. Satu diantaranya sudah kembali ke perusahaan dan satu lainnya masih dirawat di RS Bhayangkara Kota Kendari.

4. Ada Tiga Massa Aksi saat Kerusuhan

AKBP Yudi Kristanto membenarkan adanya tiga surat permintaan aksi di hari itu yakni dari kelompok Andi Fale, Asriadin dan Ilham Kiling. Akan tetapi hanya aksi kelompok Ilham Kiling yang tetap melanjutkan aksinya sementara dua lainnya sepakat untuk tidak berunjukrasa.

“Yang aksi satu massa, itu massanya Ilham Kiling. Yang lainnya batal,” ungkap AKBP Yudi.

Inilah yang mendasari kenapa hanya kelompok Ilham Kiling yang diamankan kepolisian atas kerusuhan yang terjadi karena hanya kelompoknya yang melakukan aksi unjukrasa.

Diakhir AKBP Yudi Kristanto menerangkan keadaan perusahaan kini dalam keadaan kondusif dan mulai beraktifitas kembali seperti sediakala.

Demi menjaga keamanan, saat ini pihak kepolisian bersama TNI masih melakukan pengamanan di area perusahaan. (Red)