Beranda Lainnya Lipsus Fachry Konggoasa: Saya di DPR Untuk Mengabdi, Bukan Cari Nafkah

Fachry Konggoasa: Saya di DPR Untuk Mengabdi, Bukan Cari Nafkah

264
Fachry Pahlevi Konggoasa
SYUKURAN - Fachry Pahlevi Konggoasa (pakai peci hitam) bersama ibundanya, Titin Nurbaya Saranani (paling kanan) dan keduanya saudaranya, Devi Thesya Feriska Konggoasa saat acara syukuran di kediaman pribadi mereka di Kecamatan Amonggedo.

UNAAHA, – Terpilih dan telah dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, 1 Oktober lalu, Fachry Pahlevi Konggoasa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Fachry Pahlevi Konggoasa merupakan anak dari Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Sultra dengan raihan suara 101.727 suara atau peraih suara terbanyak individu DPR. Ia juga masuk dalam jajaran politisi DPR RI termuda.

“Semoga amanah yang diberikan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada kami Insyaallah akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya.

“Doakan kami agar bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat. Isyaallah janji-janji politik serta program-program yang kami tawarkan kemarin akan kami realisasikan,” kata Fachry saat menggelar acara syukuran, Senin (7/10/2019).

Fachry mengungkapkan, keberadaan dirinya di DPR merupakan amanah yang besar baginya. Janjinya kepada masyarakat adalah tanggungjawab yang harus dipenuhi. Kesejahteraan adalah tujuan yang mutlak harus dicapainya bersama lima rekannya di parlemen pusat.

“Niat saya, bahwasanya saya mau duduk di DPR RI bukan untuk mencari pekerjaan, bukan untuk mencari nafkah. Tapi saya maju di DPR untuk mengabdi kepada masyarakat Sultra,” ujarnya dihadapan masyarakat.

Mengenai komisi yang akan dibidanginya, Fachry menyatakan keinginannya masuk ke komisi empat. Menurutnya, komisi empat sesuai dengan harapannya selama ini dan sesuai dengan bidang yang digelutinya.

Keinginannya pun telah ia sampaikan ke fraksinya. Agar saat pembentukan alat kelengkapan dewan ia ditempatkan di komisi empat.

Diungkapnya, ketertarikan dirinya ke komisi empat bukan tanpa alasan. Ia merasa komisi empat yang membawahi bidang pertanian, perikanan, peternakan, bulog dan lainnya.

Dengan ia di komisi empat, bisa memudahkan dirinya menjembatani kebutuhan masyarakat Sultra yang mayoritas berurusan dengan bidang-bidang tadi, khususnya di Konawe.

“Mengapa demikian, pertama memang sesuai dengan program visi-misi KSK-GTS yaitu kesejahteraan, kemandirian dan kedaulatan pangan,” tuturnya.

Mengenai program, Fachry mengungkapkan sudah merumuskan pembentukan wadah, berupa rumah aspirasi. Fungsinya, akan menerima aspirasi dari masyarakat untuk dicarikan solusi bersama.

Tak lupa, Fachry bercerita soal perjalanannya ke DPR. Ia awalnya ragu karena mesti melawan tokoh-tokoh besar. Ada alumni calon-calon gubernur hingga mantan-mantan bupati. Namun ia terus mendapat dorongan dari orang tua dan rekan-rekannya.

“Kata bapak saya politik ini jangan pakai nafsu tapi pakai hitung-hitungan. Pada tanggal 17 April nanti, Allah sudah memberikan 2 hak, yaitu hak untuk terpilih dan hak untuk tidak terpilih,” katanya mengulangi pesan yang selalu diingatnya. (red)