Beranda Lainnya Lipsus Gaya Memimpin Kery-Gusli, Bekerja untuk Menuju Konawe Gemilang

Gaya Memimpin Kery-Gusli, Bekerja untuk Menuju Konawe Gemilang

298
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat meninjau kolam di halaman kantor Bupati Konawe untuk persiapan pembangunan taman masyarakat.

KONAWE, – Estafet kepemimpinan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Konawe di bawah komando Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara membawa banyak perubahan, khususnya soal disiplin.

Isu ini menjadi perhatian lebih, khususnya oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara. Ia tak menampik jika kinerja aparatnya sedikit kurang optimal, sehingga harus dimaksimalkan.

Olehnya, dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan kepada pimpinan maupun perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih efisien dalam pelanksanaan pemerintahan.

Pesannya, agar mereka lebih banyak melahirkan ide dibanding menunggu arahan. Menyelesaikan persoalan dengan mandiri tanpa selalu menunggu ditengahi. Mencari solusi dari tiap persoalan yang timbul di bagian masing-masing.

“Kita harus menjadi orang yang sedikit bertanya dan langsung action. Tinggalkan gaya lama kita dalam mengurus birokrasi ini,” kata Gusli dalam sebuah kesempatan tatap muka bersama sejumlah OPD (8/10/2018).

Dorongan ini dimaksudkan agar birokrasi tidak lagi berjalan kaku. Mampu berfikir cepat dan bertindak tepat dalam mengambil langkah terlebih untuk upaya peningkatan kerja di bidangnya masing-masing.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat melakukan sidak di gedung BLUD RS Kabupaten Konawe.

Lompatan Kinerja Untuk Mewujudkan Visi Misi Menuju Konawe Gemilang

Usai soal disiplin dan berkerja tanpa banyak tanya, Gusli turut menyinggung soal upaya pembenahan birokrasi. Sejumlah instansi diminta bekerja dengan instrumen yang lebih besar yang ia sebut sebagai lompatan kuantum.

“Sekarang kita tidak lari-lari kecil, tapi sekarang kita harus melakukan lompatan kuantum untuk membantu pak Bupati mewujudkan Visi-Misi menuju Konawe Gemilang,” kata Gusli saat melakukan sidak di beberapa instansi (5/10/2018).

Seperti di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Gusli menekankan agar tak ada lagi pekerjaan asal jadi. Sehingga asaz manfaat pembangunan tak dirasakan masyarakat.

Olehnya, dalam setiap perencaan harus dilaporkan sehingga menyamai apa yang diingkan dan apa yang akan dikerjaan. Sehingga sesuai dengan maksud pemerintah untuk membangun sesuatu yang bermanfaat dan dirasakan langsung masyarakat.

“Saya tidak mau ada pembangunan yang mubazir. Semua harus bermanfaat bagi masyarakat kita,” ujar Gusli.

Ini sejalan dengan ambisi mereka untuk membawa Konawe menuju gemilang di 2023. Yang tertuan dalam visi misi mereka yaitu Gerbang Membangun Insan Unggul dan Berdaya Saing (Gemilang). (Red)