Beranda Kampung Sultra Harga Gabah Anjlok, DPRD Minta Pemda Konawe Serius Menangani

Harga Gabah Anjlok, DPRD Minta Pemda Konawe Serius Menangani

284
Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto ditemui di ruang kerjanya.
Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto ditemui di ruang kerjanya.

UNAAHA, – Harga beli gabah di tingkat petani di wilayah Kabupaten Konawe saat ini kian anjlok, menembus harga Rp2.700 perkilogram. Lembaga Legislatif Konawe pun meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe serius menangani masalah ini.

Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto meminta pemda bertanggung jawab dan memberikan solusi bagi para petani. Salah satunya dengan melakukan intervensi harga kepada para tengkulak dalam membeli gabah petani.

“Bayangkan Rp2.700. Di angka Rp3.300 saja petani masih rugi, apalagi Rp. 2700. Sudah Rp2.700 diutang lagi,” kata Rusdianto.

Dikatakan, pemerintah pada beberapa kesempatan menyatakan akan mengambil alih pembelian gabah jika ternyata harga beli dari para tengkulak tidak sesuai ketentuan pemerintah senilai Rp4.200 perkilogram.

“Sejak panen sampai sekarang sudah mau selesai, harga gabah bukannya membaik malah makin anjlok. Kalau ini kita biarkan, petani lah yang menderita,” kata Rudi, sapaan akrabnya.

Rudi mempertanyakan peran pemda dalam masalah ini. Ia menilai, pemerintah tidak hadir. Padahal, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga gabah.

Rudi juga mengingatkan janji pemerintah untuk selalu hadir dalam upaya menyejahterakan petani diantaranya mengontrol harga gabah yang tetap menguntungkan petani. Ia juga menuntut keseriusan pemda.

“Saya minta Wakil Bupati untuk betul betul serius dan betul  betul memenuhi janjinya kepada masyarakat selama ini yang begitu getol menyosialisasikan, begitu getol menyampaikan kepada masyarakat kalau misalnya ini tidak bisa dia lakukan maka jabatannya akan taruhannya. Nah, sekarang kenapa tidak bisa hadir saat harga gabah petani ini betul-betul anjlok,” ujar Rudi.

Sepengetahuan DPRD, Pemda Konawe telah melakukan kerja sama dengan Bulog untuk menekan anjloknya harga gabah petani di setiap panen. Namun, sampai saat ini, DPRD belum melihat gerakan yang dilakukan oleh Pemda maupun Bulog untuk mengintervensi hal itu.

“Apakah nanti selesai panen kemudian harga gabah naik lagi atau pada saat gabah masyarakat sudah tidak ada lagi kemudian naik. Sekarang yang diperjuangkan di sini apakah masyarakat atau pengusaha ini harus jelas,” ucapnya.

DPRD Konawe menyarankan kepada Pemda, jika intervensi harga enggan dilakukan maka solusi lainnya dengan mendatangkan pembeli gabah dari luar daerah untuk menyerap gabah  petani Konawe.

Untuk diketahui, Pemda Konawe bersama Perum Bulog telah membuat nota kesepahaman tentang larangan pengusaha luar daerah masuk membeli gabah petani Konawe. Rudi menyarankan, kesepahaman ini dicabut.

“Menurut pandangan kami, yang datang juga itu bukan tengkulak tapi pengusaha yang membeli gabah. Harus kita akui, harga gabah turun saat panen raya, tapi tidak seperti saat ini,” ungkapnya.

Kini, kata Rudi, tinggal menunggu respon pemda. Sejauh mana keseriusannya dalam menyelesaikan persoalan ini. (Red)