Beranda Lainnya Lipsus IKM Konawe Bimtek GMP, Tingkatkan Mutu Minyak Atsiri

IKM Konawe Bimtek GMP, Tingkatkan Mutu Minyak Atsiri

37
Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, E. Ratna Utarianingrum saat meresmikan Bimtek GMP Minyak Atsiri di Konawe.

KONAWE, – Berjumlah 20 orang pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bidang pengelolaan minyak atsiri di Konawe mendapat bimbingan tentang Good Manufacturing Practice (GMP) oleh Direktorat IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, Jum’at (30/11/2018) di Hotel Nugraha, Kota Unaaha.

Bimtek GMP ini terkait penggunaan teknologi pengolahan minyak atsiri yang lebih berkualitas sehingga mampu menembus pasar yang lebih besar, melalui penyediaan sumber daya manusia dengan kompetensi produksi yang mumpuni dengan didukung teknologi pengolahan.

Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan, E. Ratna Utarianingrum mengatakan, Bimtek yang akan berlangsung selama 5 hari itu akan diajarkan terkait proses produksi dan pengolahan yang lebih baik.

Penyerahan mesin pemurnian minyak atsiri untuk kelompok IKM Konawe yang diterima Kadis Perindustrian Konawe, Ansharullah

“Disini kita ajarkan bagaimana proses pengolahan minyak atsiri mulai dari penyulingan, proses destilasi kemudian fraksinasi sampai menghasilkan minyak atsiri murni yang lebih berkualitas dan laku dipasaran besar,” tuturnya.

Dijelaskannya, saat ini produk yang menggunakan minyak atsiri sudah kian banyak, seperti kosmetik, farmasi dan produk parfum.

Ratna menjelaskan, dengan pengolahaan yang benar maka pasar minyak atsiri yang selama ini belum mampu menembus pasar besar bisa lebih potensial, tentunya dengan harga yang lebih tinggi dibanding hasil produksi yang ada saat ini.

Soal pasar, Ratna menuturkan, saat ini pemerintah sedang merencakan ekosistem pasar yang mampu menjangkau lebih luas. Sehingga tidak menutup kemungkinan, minyak atsiri Konawe misalnya, bisa menembus pasar atau produsen hilir besar.

Disamping itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian n Perdagangan Konawe, Ansharullah mengatakan, bimtek ini cukup membantu karena Konawe sendiri punya lahan nilam yang cukup luas dan punya produksi yang lumayan banyak.

“Dengan adanya produksi pemurnian ini menjadikan harga jelas lebih tinggi, jika selama ini hanya Rp400 ribu dengan proses ini sudah bisa Rp800 ribu,” ujarnya.

Selain menggelar bimtek, Direktorat IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan turut menyerahkan alat pemurnian minyak atsiri untuk digunakan kelompor industri minyak atsiri di Konawe. (Red)