Beranda Kampung Sultra Ini Pesan Kery Buat Seluruh Perawat Desa di Konawe

Ini Pesan Kery Buat Seluruh Perawat Desa di Konawe

996

Kampung Konawe
Unaaha, – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa beberapa waktu lalu telah melepas sebanyak 293 Perawat Desa yang lolos dan masuk dalam Program 1 Desa 1 Perawat dari 297 desa di Kabupaten Konawe. Program ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe yang bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Konawe.

Dalam acara pengukuhan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) yang berlangsung di salah satu hotel di Unaaha ini, Kery menitipkan pesan kepada para perawat yang dinyatakan bakal mengabdi pada masyarakat di desa tempat tugas mereka. Pesan ini disampaikan Kery sebagai bentuk keseriusannya dalam mensukseskan program kerja yang tertuang dalam Program Kerja Pemda Konawe yakni Perisai.

“Kita harapkan perawat yang diutus agar bekerja maksimal. Jangan selalu keliaran, apalagi sampai bawa pacar ditempat tugas. Apalagi saat malam hari, perawat tidak mau lagi urus pasien tapi malah asik pacaran. Ini yang harus dihindari buat semua perawat, karena mereka dibayar oleh masyarakat, sehingga kepentingan masayarakat harus diutamakan.” Pesan Kery saat memberikan pidato pelepasan perawat desa.

Pesan ini disampaikan orang nomor satu di Konawe ini bukan tanpa alasan. Sebab pernah suatu waktu dirinya menemukan perawat yang bertugas di salah satu instansi kesehatan, sedang bersantai di jam tugas. Ironinya kata dia, perawat ini bahkan menutup tempat perawatan itu karena kedatangan tamu yang ternyata pacar oknum perawat itu.

Oleh hal itu, kata Kery, perawat yang diutus ke desa harus siap dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi saat bertugas termaksud menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti yang dimaksudkannya diatas. Dirinya menghimbau pula, agat Kepala Desa yang punya perawat tidak segan untuk memberikan pembinaan buat perawat-perawat yang nakal saat bertugas.

“Saya pesankan agar perawat ini senantiasa membangun sinergitas dengan masayarakat atau pemerintah desa setempat, sebab mereka adalah harapan masayarkat saat sedang sakit. Perawat adalah simbol kesucian, jadi jangan dinodai dengan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri yang berimbas pada masyarakat.” Kata mantan Ketua DRPD Konawe ini.

Selain itu, Kery berjanji akan terus memperhatikan kesejahteraan ara perawat desa ini. Dirinya juga mengisyaratkan, jika program ini berhasil dan perawat yang ada masih belum bisa memaksimalkan pelayanan di desa, maka kemungkinan akan dilakukan penambahan lagi. (KS/Red)