Beranda Lainnya Lipsus Instrumen Pembangunan Konawe Kery-Gusli Dalam Pelaksanaan Pemerintahan

Instrumen Pembangunan Konawe Kery-Gusli Dalam Pelaksanaan Pemerintahan

472
Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara
Bupati Konawe dan Wakil Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara saat penyampaian visi dan misi pada sidang paripurna DRPD Konawe.

KONAWE, – Resmi dilantik Senin 24 September 2018 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Alimazi, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara kini memegang estafet kepemimpinan baru Konawe.

Usai melaksanakan serah terima jabatan dari pelaksana jabatan (Pj) Bupati, H. Tasman Taewa, Kery dan Gusli melanjutkan penyampaian visi dan misi dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (25/9/2018) di gedung DPRD Konawe.

Dalam pidato penyampaian visi dan misi, Kery menyampaikan 3 instrumen pembangunan daerah dalam menjalankan penyelenggaraan pemerintah pada era mereka, yakni instrumen APBD, instrumen investasi dan instrumen potensi lokal.

Dijelaskan Kery, ketiga instrumen ini akan mampu mendorong dan mewujudkan program mereka. Semisal instrumen APBD, dimaksudkan untuk mengurangi beban APBD Konawe yang hanya berjumlah 1,4 triliun.

“Dengan jumlah yang kecil ini makanya harus dipikirkan instrumen lain untuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Jadi kita pikirkan supaya tidak membebani dan mengandalkan APBD saja.” kata Kery.

Selanjutnya instrumen investasi, dijelaskannya, instrumen ini bertujuan menyambut terobosan pemerintah pusat dalam membuka investasi. Sehingga Konawe harus ikut memanfaatkan kondisi ini.

“Kita akan mendorong pertumbuhan investasi di Konawe. Selain sebagai penghasilan daerah, ketersediaan lapangan kerja juga terpenuhi.” ucap Kery.

Soal investasi, Kery mencontohkan di Morosi yang sudah mulai dirasakan manfaatnya. Selanjutnya percepatan pembangunan pabrik kelapa sawit di Anggaberi dan pembangunan Smelter di Routa. Dikatakannya, semua itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.

Terakhir instrumen potensi lokal. Yakni memanfaatkan potensi Konawe sebagai kawasan sawah terluas se Sultra yakni 95 ribu hektar dengan 41 ribu hektar diantaranya sudah berproduksi.

Demikian halnya dengan padang rumput yang mencapai 40 ribu hektar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembala sapi, kambing dan kerbau.

“Potensi lokal kita di Konawe banyak. Tinggal bagaimana dikelola dengan sumber daya manusia yang mumpuni sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Kery berujar, dengan tersingkronisasinya ketiga instrumen itu diyakininya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Konawe secara khusus dan berdampak hingga ke tingkat provinsi Sultra. (Red)