Beranda Kampung Ekonomi Jaga Kebutuhan Pangan Disituasi Corona, Pemkab Konawe Salurkan Bibit Sayuran

Jaga Kebutuhan Pangan Disituasi Corona, Pemkab Konawe Salurkan Bibit Sayuran

429
Ketgam: Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhamad Akbar membagikan bibit sayuran dan alat pertanian di beberapa Kecamatan pada Selasa (5/5/2020) kemarin. (Dok:Dinas Ketapang Konawe)

UNAAHA – Untuk menjaga kebutuhan pangan ditengah wabah corona virus (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menyalurkan bantuan bibit sayuran dan alat-alat pertanian.

Penyaluran bibit dan alat pertanian ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Dinas Ketahanan Pangan setempat, di beberapa Kecamatan di antaranya Kecamatan Anggaberi, Wonggeduku Barat, Uepai dan Onembute, pada Selasa (5/5/2020) kemarin.

Dalam giat itu, Wabup menyampaikan dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan pangan ditengah masyarakat, pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah penting menyikapi perkembangan kondisi menyusul semakin menguatirkannya pandemi covid-19 di Konawe.

“Salah satu strategi kita, dengan mendorong masyarakat memaksimalkan potensi lahan yang dimiliki untuk ditanami berbagai jenis sayuran dan tanaman untuk kebutuhan dapur,” jelas Gusli.

Menurutnya, memanfaatkan halaman dan lahan yang dimiliki untuk ditanami sayuran, sangat penting sebagai bentuk persiapan sejak dini, kebutuhan pangan di masing-masing rumah. Program ketahanan pangan, dan persiapan masyarakat sangat penting dipacu dalam menghadapi kondisi sulit seperti sekarang.

Ketgam: Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhamad Akbar membagikan bibit sayuran dan alat pertanian di beberapa Kecamatan pada Selasa (5/5/2020) kemarin. (Dok:Dinas Ketapang Konawe)

“Kita ajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan melakukan aktivitas bercocok tanam di rumah masing-masing. Upaya bercocok tanam ini untuk mengantisifasi terjadinya kemungkinan terburuk dari penyebaran virus Corona, seperti adanya lockdown lokal dibeberapa daerah. Sehingga menyebabkan suplai pasokan sayur-sayuran dan umbi-umbian menjadi terganggu,” ucapnya.

Melakoni aktivitas bercocok tanam, lanjut Gusli, untuk memanfaatkan waktu luang selama dianjurkan pemerintah tetap berada di rumah.

“Mengisi waktu dengan bercocok tanam ini akan lebih produktif sebagai upaya pemenuhan kebutuhan baik secara individu atau orang banyak. Mari Kita manfaatkan waktu semaksimal mungkin,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Konawe itu mengungkapkan, dengan bercocok tanam, diharapkan hasil panennya dapat menstabilkan harga jual umbi-umbian dan jenis sayuran di pasaran.

“Untuk memudahkan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumahnya, kita pemerintah siap menyuplai benih-benih aayuran dan alat pertanian,” tutupnya. (Red)