Beranda Kampung Sultra Jalan Latoma Rusak Parah, Litanto dan Syamsul Ibrahim Dianggap Gagal di DPRD...

Jalan Latoma Rusak Parah, Litanto dan Syamsul Ibrahim Dianggap Gagal di DPRD Sultra

999
Kondisi jalan Latoma yang memprihatinkan

Kampung Konawe
Unaaha, – Kondisi jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim) di Kecamatan Asinua dan Latoma begitu memprihatinkan. Jalur yang berstatus jalan provinsi tersebut dipenuhi kubangan lumpur yang nyaris tak bisa dilewati.

Pantauan media ini saat melakukan touring ke daerah tersebut mendapati fakta yang begitu mengejutkan. Bayangkan saja, sepanjang hampir 20 kilo meter jalan, dari Kecamatan Asinua hingga ke Latoma kondisi jalan rusak parah. Ada puluhan titik kubangan lumpur yang mesti pengendara lewati.

Hasil pengamatan awak media ini, kubangan lumpur yang dilewati mempunyai panjang yang bervariasi. Ada yang panjangnya puluhan ada yang hingga ratusan meter. Kubangan terpendek panjangnya sekira 20 meter. Sedangkan kubangan terpanjang panjangnya mencapai 500 meter.

Intensitas parahnya jalan berlumpur pun bervariasi. Ada yang lumpur dan genangan airnya masih dapat dilewati dengan mudah. Namun ada juga yang nyaris tak bisa dilewati, terlebih ketika hujan mengguyur area tersebut. Untuk bisa melintas, kendaraan roda empat misalnya, mesti ditarik oleh kendaraan lainnya.

Saat tim touring media melintas, beberapa pengguna jalan bahkan ada yang tengah memperbaiki jalan secara swadaya. Mereka yang melintas sudah membawa persiapan, seperti pacul, yang digunakan untuk menimbun becek dan lumpur di badan jalan.

“Kalau jalannya kami lihat susah untuk dilewati, ya kami timbun-timbun dulu lumpurnya. Alat-alat seperti pacul memang sering kami bawa untuk jaga-jaga,” ujar pengguna jalan usai dirinya melakukan perbaikan terhadap jalan yang berlumpur.

Di lokasi terparah yang panjang kerusakannya mencapai 500 meter, beberapa pengendara roda dua yang melintas tampak kewalahan. Bonjengannya mesti turun dan harus berjalan kaki di tengah lumpur hingga sampai ke jalan yang kondisinya kering. Ada juga pengendara yang sambil mendorong kendaraannya ketika melintas, karena takut jatuh ketika hendak beradu dengan lumpur.

“Ini sudah mending, karena jalannya sudah agak keting. Kalau hujan datang lagi, di sini aslinya parah,” terang salah seorang pengguna jalan yang katanya kerap melintasi daerah tersebut.

Warga sendiri mengaku, kecewa dengan kinerja anggota DPRD Sultra maupun Pemprov Sultra yang tak peduli dengan kondisi mereka.

Padahal, Konawe punya 6 anggota legislatif di DPRD Sultra diantaranya yakni, Wahyu Ade Pratama (Golkar), Litanto (PDIP), Syamsul Ibrahim (PAN), Yati Lukman (Nasdem), Isyatin Syam (Demokrat) dan Nirna Lachmudin (Hanura). Keenamnya ini dianggap gagal perjuangkan suara masyarakat di Dapil masing-masing.

“Harapan kami agar legislator yang saat ini duduk di DPRD Provinsi Sultra bisa membawahi suara kami. Karena kami melihat sejauh ini, kontribusi mereka belum ada sama sekali.” Kata salah seorang warga yang sekaligus tokoh masyarakat Asinua-Latoma, Muin S. saat ditemui, Minggu, (16/7) lalu.

Mantan Kepala Desa (Kades), Asinua Jaya 14 tahun ini mengungkapkan, kecewa dengan legislator-legislator yang ada saat ini khususnya mereka yang mengaku sebagai putra daerah Asinua-Latoma yang belum memberikan kontribusi apapun di daerah mereka.

“Jangankan kontribusi, perhatian mereka selama ini masih nihil bahkan berkunjung dalam artian sebagai anggota legislatif itu tidak pernah sama sekali, padahal sudah hampir selesai periode mereka.” Ujar Muin.

Muin turut menyinggung, 2 anggota legislatif yang saat ini gencar mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Konawe, mereka adalah Litanto dan Syamsul Ibrahim. Menurutnya keduanya ini harusnya punya peran yang lebih saat di legislatif.

“Jelasnya ini akan jadi pengalaman kami dalam memilih wakil kami. Sejauh ini kami sudah sering mengeluhkan masalah ini, tapi hasilnya masih belum ada, padahal banyak wakil kita di provinsi sana khususnya sejak beralihnya jalan ini ke provinsi tahun 2015 lalu.” Kata Muin. (KS/Red)