Beranda Kampung Sultra Kery Soroti Pengelolaan DanDes yang Belum Maksimal

Kery Soroti Pengelolaan DanDes yang Belum Maksimal

466
Bupati Konawe Kery Saipul Konggoasa saat memimpin rapat koordinasi bersama pendamping Desa Se-Kabupaten Konawe, Senin, (3/7)

Kampung Konawe
Unaaha, – Pengelolaan Dana Desa (DanDes) di Kabupaten Konawe kembali menuai sorotan. Kali ini datang dari orang nomor satu di Konawe yakni Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Dia menyoroti terkait pengelolaan DanDes yang belum maksimal.

Pengelolaan yang belum maksimal yang dimaksudkan yakni seperti kurangnya perencanaan, keterlambatan laporan dan laporan yang masih amburadul. Hal ini dinilai sangat krusial dalam pengelolaan DanDes.

Hal ini disampaikan Kery saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan pendamping desa se – Kabupaten Konawe di salah satu hotel di Unaaha, Senin, (3/7). Hal ini kata dia, menjadi faktor penghambat pembangunan di desa.

“Padahal kalau dimaksimalkan penggunaannya, dengan jumlah dana yang digelontorkan di desa, sudah mampu memenuhi pembangunan separuh dari kebutuhan pembangunan ekonomi maupun infrasruktur daerah.” Kata Kery.

Namun kenyataannya, Kery menilai adanya kesalahan dalam pengelolaan DanDes itu sendiri. Seperti faktor internal maupun eksternal, yang masing-masing saling mempengaruhi, misalnya kepala desa atau pendamping itu sendiri.

Tenaga Ahli bersama pendamping Desa saat menggelar rapat koordinasi di salah satu hotel di Unaaha

“Masalah yang ada saat ini bahwa tidak ada koordinasi yang jelas antar pendamping atau kepala desa sendiri. Masing-masing pada posisi yang sama-sama salah. Ada faktor Kades yang tidak mau gunakan pendamping desa ada juga yang karena pendampingnya malas, namun ini tiap desa beda-beda masalahnya.” Ujar Kery.

Untuk itu menurut Kery, melalui rakor itu, banyak pendamping yang memang mengeluhkan peranan mereka yang sangat minim dalam pengelolaan DanDes sendiri, olehnya dirinya melalui pertemuan itu akan melakukan beberapa evaluasi.

“Kedepan akan kita instruksikan agar Kades memaksimalkan peran pendamping, sebab dengan kondisi saat ini memang pengelolaan dana ini sendiri belum maksimal sehingga harus dibenahi.” Kata Kery.

“Minimal 2 kali sebulan dilakukan koordinasi saya yakin akan maksimal. Kalau ini berjalan efisien Insya Allah permasalahan pengelolaan DanDes ini bisa kita perkecil ruang kesalahannya.” Kata Kery lagi.

Rakor ini sendiri membahas seputar permasalahan pendamping desa di lapangan. Pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan perdana dengan pimpinan Konawe.

Rakor itu dihadiri hampir semua pendamping yakni pendamping lokal desa 97 orang, pendamping desa 27 orang dan tenaga ahli sebanyak 4 orang. (KS/Red)