Beranda Kampung Sultra Klarifikasi KPUD Konawe Tentang Indikasi Pelanggaran Perekrutan PPK

Klarifikasi KPUD Konawe Tentang Indikasi Pelanggaran Perekrutan PPK

322
Aksi unjuk rasa yang digelar, Rabu (25/10) kemarin di Kantor KPUD Konawe

Kampung Konawe
Unaaha, – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Konawe, membantah secara tegas terkait indikasi kecurangan yang dilakukan pada saat perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beberapa waktu lalu.

Klarifikasi lembaga penyelenggera pemilihan umum ini disampaikan Ketua KPUD Kabupaten Konawe, Sarmadan melalui press rilisnya, Rabu, (25/10) semalam melalui pesan singkat Whats App (WA). Melalui itu, Sarmadan menyampaikan bahwa segala yang ditudingkan tidaklah benar.

“Kami dapat memastikn bahwa calon-calon anggota PPK yang lolos 10 besar adalah mereka yang ikut seleksi tertulis pada tanggal 23 Oktober yang lalu.” tulis Sarmadan dalam pesan singkatnya.

Menurutnya semua yang dinyatakan lulus ada hasil tesnya. Sarmadan mengaku jika pihaknya telah melakukan seleksi tertulis sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tata tertib yang ditetapkan oleh KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

“Jadi kami hanya malaksanakan seleksi karena semua soal dan lembar jawaban dari KPU Provinsi. Dan sebelum tes dimulai semua peserta melihat langsung penyerahan lembar soal dan lembar jawaban,” katanya menjelaskan.

Dikatakan, apabila ada elemen masyarakat yang tidak puas dengan hasil seleksi tersebut, pihaknya mempersilahkan untuk menyalurkannya secara baik sesuai dengan aturan perundang- undangan yang berlaku. Karena kata dia hal tersebut tidak dilarang.

“Namun apabila tidak sesuai maka kami akan menyerahkan kepada pihak yang berwajib. Itu semata-mata untuk menghargai aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Sarmadan bahwa sebelum seleksi, KPU Konawe sudah menyampaikan pemberitahuan kepada Panwas Konawe.

“Pada saat seleksi teman-teman Panwas hadir dan ikut mengawasi sampai akhir seleksi. Bahkan ketika pemusnahan lembar soal dengan cara dibakar di pekarangan SMAN 1 Unaaha masih disaksikan oleh teman-teman Panwas,” kata Sarmadan.

Sebelumnya, puluhan massa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerhati Rakyat melakukan aksi unjuk rasa di kantor KPUD Kabupaten Konawe Rabu, (25/10) siang kemarin. Mereka mempersoalkan adanya indikasi kecurangan dalam perekrutan anggota PPK yang dinilai tidak kooperatif dalam perivifikasi berkas.

Selain itu, aksi yang dipimpin oleh Rolansyah AP, Muh Syanul AT, Pedri Santoso, Armadis Sinapoy dan Satriadin ini mengklaim telah menemukan indikasi/rancangan rekomendasi camat menitipkan oknum/orang ke KPU untuk direkrut.

Massa aksi juga menyebut adanya calon PPK yang tidak hadir tes tertulis namun dinyatakan lulus seleksi untuk selanjutnya melakukan tes wawancara.

Terkait hal tersebut, massa aksi mendesak DKPP dan KPU Sultra serta Panwas Kabupaten untuk mengevaluasi KPU Konawe. Juga mendesak KPU Konawe untuk membatalkan atau menganulir hasil pengumuman kelulusan calon PPK secara kolektif. Serta mendesak KPU Konawe agar transparansi dalam penilaian perekrutan calon anggota PPK.

Akibat tak kunjung mendapat respon,dari komisioner, massa kemudian melakukan penyegelan Kantor KPUD Konawe. Aksi ini membuat aktifitas di KPUD Konawe tersendak. (KS/Red)