Beranda Kampung Sultra Konawe Status Tanggap Darurat Corona: Pendataan TKA Diperketat, Sekolah Diliburkan

Konawe Status Tanggap Darurat Corona: Pendataan TKA Diperketat, Sekolah Diliburkan

688
Rapat status tanggap darurat corona di Kabupaten yang dipimpina Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Rapat dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Bupati Konawe, Senin (16/3/2020)
Rapat status tanggap darurat corona di Kabupaten yang dipimpina Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Rapat dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Bupati Konawe, Senin (16/3/2020)

UNAAHA, – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe secara resmi menetapkan status tanggap darurat virus corona. Keputusan ini diambil usai rapat istimewa yang digelar Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Bupati Konawe, Senin (16/3/2020).

Hasil rapat juga menetapkan sekolah diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Instruksi ini diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe untuk diteruskan ke sekolah-sekolah.

“Mulai besok, TK/PAUD, SD, SMP diliburkan sampai kondisi daerah dinyatakan stabil dari penyebaran virus corona,” kata Kery dalam keterangannya.

Kata Kery, kasus corona di Konawe belum ada, namun langkah antisipasi tetap dilakukan. Sebagai pimpinan daerah, ia secara tegas menyatakan status tanggap darurat menjadi pilihan pemerintah dalam mengatisipasi penyebaran virus di wilayah Konawe.

Hasil rapat lainnya, Kery juga menginstruksikan perlunya posko pengaduan penanggulangan virus corona hingga pemberian imbauan kepada masyarakat luas. Medianya, bisa menggunakan baliho dengan memcantumkan gambar yang dapat mengedukasi terkait tata cara pencegahan penyebaran Covid-19.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa jumpa pers usai rapat istimewa penetapan status tanggap darurat virus corona di Kabupaten Konawe.

Terkait keberadaan tenaga kerja asing di Konawe, Kery mengungkapkan telah membentuk tim yang terdiri dari Kejaksaan, Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi untuk mengecek dan mendata secara langsung TKA yang ada di kawasan industri Morosi.

“Di Morosi bukan hanya 744 TKA tapi informasinya sudah ribuan. Ini yang kita mau data. Karena di sana itu banyak yang keluar masuk. Sehingga potensi penyebaran virus di sana tidak bisa kita anggap remeh. Kita tidak mau menunggu laporan dari perusahaan, kita yang harus turun dan memastikan tidak ada TKA/TKL dan masyarakat sekitar yang terpapar,” ujar Kery.

Sebelumnya, Januari lalu pemerintah Kabupaten Konawe telah membentuk Tim Kesiapsiagaan dan Antisipasi penyebaran virus corona.

Rapat Istimewa Status Darurat Corona Kabupaten Konawe

“Terkait penyebaran virus corona ini kami tegas, kami tidak mau masyarakat Konawe terpapar. Sehingga kami akan segera melalukan pemerikasaan di tempat-tempat yang berpotensi terpapar,” kata Kery.

Kery pun mengimbau, seluruh jajaran dan masyarakat Konawe agar meningkatkan kewaspadaan, membersihkan lingkungan sekitar. Khusus kepada pejabat lingkup Pemda Konawe agar tidak melakukan perjalanan dinas keluar daerah.

Sebagai informasi, pemerintah Kabupaten Konawe bersama DPRD telah menetapkan menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2019 tentang Kewajiban TKA melakukan pemeriksaan kesehatan dan terbas dari penyakit menular. Perda ini diharapkan mampu memenuhi harapan Pemda dalam upaya penyebaran penyakit semisal corona ini di wilayah Kabuapten Konawe. (Red)