Beranda Lainnya Lipsus KONTRAC Konawe Bantu Penyaluran Logistik di Kecamatan Latoma

KONTRAC Konawe Bantu Penyaluran Logistik di Kecamatan Latoma

183
Penyerahan bantuan logistik berupa bahan makanan kepada warga di Kecamatan Latoma oleh sejumlah komunitas seperti Komunitas Konawe Trail Adventure (Kontrac). (Foto : Dokumentasi Kontrac)

UNAAHA, – Komunitas Motor Trail, Konawe Trail Community (Kontac) turut membantu tim tanggap bencana BPBD Konawe dalam menyalurkan bantuan logistik ke Kecamatan Latoma.

Bantuan komunitas Kontrac Konawe ini mengingat sulitnya medan menuju ke Latoma akibat beberapa titik akses mengalami kerusakan.

Keberangkatan tim Kontrac bersama komunitas lainnya dipimpin langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh Akbar.

Anggota Kontrac Konawe, Buyung Alcantara mengatakan, bantuan logistik yang disalurkan berasal dari posko bencana di Polsek Abuki. Bantuan ini berupa bahan makanan.

Komunitas Konawe Trail Community (Kontrac) saat tiba di jembatan panjang Latoma-Koltim saat penyaluran logistik untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Latoma. (Dokumentasi Kontrac)

Ada 15 motor anggota Kontrac yang ikut dalam penyaluran ini, ditemani dengan komunitas lainnya berasama Babinsa dan Kapospol Latoma.

“Disini kami cuman membantu menyalurkan bantuan logistik yang sudah ada. Kebetulan akses kesana memang sulit jadi kita bantu untuk masuk kesana,” kata Buyung, Senin (17/6/2019).

Diceritakan Buyung, disana para anggota Kontrac bersama komunitas lainnya berada selama tiga malam.

Diakuinya medan disana memang sulit, seperti genangan lumpur, pohon tumbang dan jembatan putus.

Kondisi jalur yang dilalui tim Kontrac Konawe saat menyalurkan bantuan logistik ke Kecamatan Latoma. (Dokumentasi Kontrac)

Beberapa desa yang berhasil disalurkan logistik yakni Desa Ambekairi Utama, Titiowa, Lalowata dan Desa Wowalatoma.

Buyung mengungkapkan, masyarakat merasa terbantu dengan bantuan logistik yang disalurkan, terlebih sudah berapa hari mereka terisolir.

“Untuk kondisi kampungnya masih baik, cuman memang bahan makanan yang sulit karena akses keluar itu sudah sulit,” tuturnya. (Red)