Beranda Lainnya Advertorial Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Konawe ke Pasar Sampara

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Konawe ke Pasar Sampara

192
Komisi II DPRD Konawe saat menggelar Kunjungan Kerja ke Pasar Moderen Kapita Lau Dalami Sampara.
Komisi II DPRD Konawe saat menggelar Kunjungan Kerja ke Pasar Moderen Kapita Lau Dalami Sampara.

PARIWARA
Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten berkomitmen menjaga pembangunan Konawe menuju arah maju. Tak terkecuali dibidang ekonomi melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat termaksud khususnya di kalangan pedagang pasar.

Berangkat dari komitmen itu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Kamis (15/2/2018) menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pasar Moderen Kapita Lau Dalami Sampara.

Tujuannya untuk berdiskusi langsung dengan para pedagang terkait persoalan yang mungkin timbul di sana. Hasilnya sejumlah persoalan disampaikan para pedagang.

Dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Konawe, Beni Setiadi Burhan, bersama anggota lainnya, Irawaty Umar, Abd. Ginal Sambari, Aswan Tawai dan Abd Rakhman. Dari hasil dialog dengan para pedangang mereka menerima banyak keluhan.

Seperti masih adanya pedagang yang belum kebagian tempat hingga penempatan pedagang yang tak sesuai dengan jenis dagangan mereka. Merekapun mengeluhkan kecilnya tempat yang disediakan.

Adapula yang mengeluhkan tidak disediakannya tempat pembuangan sampah sehingga terpaksa menumpuk sampah yang diakui menganggu para pembeli yang datang.

Belum lagi fasilitas pendukung lainnya, seperti kamar mandi untuk para pedangan. Dan sistem drainase yang buruk tak luput dikeluhkan para pedagang ini. Sebab katanya, saat hujan air akan masuk ke dalam akibat air yang tak mengalir di selokan karena tak ada pembuangan.

“Hasil pantauan kami menemukan bahwa masih banyak los yang kosong. Ini yang ingin kami tegaskan kepada pengelola agar diperbaiki. Kami berikan tenggak waktu sepekan ini los sudah harus terisi.” kata Beni Burhan disela kunjungannya.

Kunjungan Komisi II DPRD Konawe ke Pasar Sampara
Kunjungan Komisi II DPRD Konawe ke Pasar Sampara

Dirinya pun menjelaskan, jika konsep pasar Sampara itu adalah pasar moderen, sehingga jika masih terdapat pedagang berjualan diluar maka tujuannya tak kesampaian sehingga akan dianggap gagal.

“Jadi tujuannya agar semua bisa berada berada di dalam. Sebab kita inginkan tujuan pasar Sampara sebagai pasar moderen bisa tercapai. Kalau kondisinya masih banyak yang berjualan di luar maka ini jauh dari harapan moderen.” lanjut Beni Burhan.

Dengan temuan-temuan mereka itu, Beni menegaskan akan menuntuskan persoalan itu dengan menggelar rapat bersama instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdangan serta pengelola pasar Sampara untuk mengevaluasi temuan mereka .

Tak sampai disitu, jika hasil rapat ereka telah menemukan titik terangk mereka pun berjanji akan menggelar Kunker kali kedua untuk memeriksa perubahan yang sudah dilakukan berdasarkan hasil temuan mereka itu.

“Kita akan kembali tinjau, mana saja los-los yang sudah terisi dan belum. Jika masih kosong akan kita pikirkan lagi khususnya yang belum kebagian. Selain itu, masalah lain memang untuk mendapatkan los diutamakan warga Sampara, namun banyak yang karena bukan warga sini akhirnya tidak kebagian. Ini yang akan dicarikan solusi.” Ujar Beni Burhan.

Selain itu, anggota Komisi II lainnya, Irawaty Umar menambahkan, selain persoalan los, pihaknya juga menemukan keluhan lain, seperti ukuran los yang terbatas dan kurang mengakomodir kebutuhan pedagang. Seperti yang menjadi keluhan para pedagang di lokasi pasar basah.

Karena masih adanya pedagang nakal yang sengaja tidak menempati los mereka. Ia mengancam akan membatalkan tempat yang sudah diberikan pada mereka dan diberikan kepada yang lebih serius untuk berdagang.

“Seperti awalnya bahwa banyak los yang masih kosong, baik di depan maupun lokasi pasar basah. Jadi akan kita tertibkan supaya pedagang menempati los masing-masing, kalau tidak diindahkan maka akan kita tarik dan berikan ke yang lain.” kata Irawaty.

Guna memaksimalkan hasil kunjungan dan dialog mereka, dirinya menuturkan akan meminta pendataan ulang oleh pengelola pasar dengan lebih akurat. Berdasarkan data itulah akan dilakukan analisa tentang penggunaan los.

Suasana aktivitas jual beli di luar pasar Moderen Kapita Lau Dalami Kecamatan Sampara.

“Akan kami pelajari dulu data pedagang. Sebab dugaan kami data yang disajikan tidak akurat sehingga lebih banyak pedagang dibanding los akibatnya tidak kebagian, belum lagi kondisinya sempit.” ucapnya.

Tak lupa dirinya mewanti-wanti para pedagang untuk menjaga kondisi pasar yang dibangun menggunakan dana APBN itu. Diharapkannya, fungsi pasar moderen bisa dijalankan para pedagang dengan tidak sembrawutan menggelar dagangan mereka.

Menanggapi apa yang menjadi temuan Komisi II DPRD Konawe itu, Kepala UPTD Pasar Moderen Kapita Lau Dalami, Asaman Tero mengatakan bahwa apa yang menjadi temuan dari Komisi II DPRD Konawe itu akan segera dilakukan perbaikan. Dan hal itu kata dia, dianggap sebagai suatu motivasi untuk bekerja lebih baik lagi kedepannya.

“Saya anggap itu motivasi saya pak. Dan Saya akan mengikuti apa yang disampaikan oleh beliau dan saya akan tata ini penjual,” katanya ditemui usai rapat terbatas dengan anggota Komisi II DPRD Konawe.

Pasar Modern Sampara Kapita Lau Dalami sendiri memiliki luas 80×125 meter persegi yang terdiri atas tiga blok yaitu blok A, B, hingga C dengan total 152 los dengan ukuran 2.5×3 meter.

Masing-masing blok dibagi peruntukannya, yakni blok A untuk penjualan textil dan sejenisnya. Sementara untuk blok B dan C digunakan untuk bagian penjualan sembako dan pasar basah.

Pasar ini sendiri beroperasi setiap hari Kamis dan Minggu yang melingkupi 5 kecamatan yakni kecamatan Sampara, Anggalomoare, Besulutu, Bondoala dan Kecamatan Morosi. (*)